Selasa, 20 Oktober 2020

Materi kelas XI

 

 B. Menghargai Jasa Para Pahlawan dalam Mempersiakan kemerdekaan 

Indonesia pernah dikuasai oleh bang­sa asing dalam waktu yang sangat lama. Bangsa-bangsa asing yang per­nah menjajah Indonesia adalah Por­tugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Penjajahan menyebabkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indo­ne­sia tidak tinggal diam. Bangsa In­donesia berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Penjajahan oleh bangsa asing membuat rakyat Indonesia sengsara. Penjajah Belanda menindas Indonesia dengan cara monopoli perdagangan ha­sil bumi, memberlakukan kerja pak­sa, meninggikan pajak dan sewa tanah, dan memberlakukan tanam paksa, se­hingga menimbulkan banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indo­nesia. Rakyat Indonesia tidak tahan lagi dan melakukan perlawanan mem­perjuangkan martabat dan kemer­de­ka­annya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan menentang penja­jahan Belanda.

Lepas dari penjajahan Belanda bang­sa Indonesia dikuasai oleh bangsa Je­pang. Bangsa Jepang pernah me­nguasai Indonesia selama 3,5 tahun. Na­mun pendudukan dalam waktu yang singkat ini menyebabkan pen­de­ritaan yang luar biasa. Kegembiraan rak­yat Indonesia atas kedatangan ten­tara Je­pang tidak berlangsung lama. Pasukan Jepang mulai berubah pe­rangai. Jepang mulai mengadakan pe­me­ra­san dan peninda­san. Bahkan le­bih rakus dan lebih kejam dari penjajah Belanda. Bentuk-bentuk penjajahan bang­sa Jepang adalah merampas hasil per­ta­nian rakyat, mengawasi media mas­sa, me­maksa rakyat menanam jarak, me­mak­sa pemuda-pemuda men­jadi romusha.

Penderitaan lahir batin yang di­alami rakyat Indonesia selama pendu­dukan Jepang di Indonesia menim­bulkan rasa benci dan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia. Perjua­ngan rakyat Indonesia mengusir pen­jajah tidak hanya dilakukan dengan kekuasaan fisik, tetapi juga melalui or­ganisasi. Putera-putera bangsa In­donesia mulai sadar perlunya orga­ni­sasi modern untuk perjuangan kemer­deka­an. Selain itu tumbuh juga kesa­daran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah

Kaum terpelajar Indonesia mulai sa­dar melawan penjajahan bisa dila­kukan lewat organisasi. Maka mulai bermunculan organisasi-organisasi yang memiliki cita-cita melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Inilah yang disebut masa kebangkitan nasional. Puncak kebangkitan nasio­nal adalah ketika para pemuda meng­ucapkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Saat itu para pemuda mengikrarkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Pengalaman pahit hi­dup di bawah penjajahan bangsa asing menjadikan bangsa Indonesia ber­tekad merebut kemerdekaan. Per­juangan mewujudkan kemerdekaan dila­kukan dengan perjuangan fisik dan me­lalui organisasi modern. Tanda-tanda terwujudnya cita-cita rakyat In­donesia untuk merdeka mulai tampak ketika Jepang terdesak oleh kekuatan Sekutu. Kesempatan untuk memer­dekakan diri benar-benar datang ke­tika terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Jepang telah menyerah ke­pada Sekutu, sementara Sekutu belum tiba di Indonesia. Kesempatan emas ini digunakan oleh bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Kemerdekaan telah diperjuangkan oleh bangsa Indonesia sejak lama. Hal ini nyata dari perjuangan para pah­­lawan untuk mengusir para penja­jah dari bumi pertiwi. Pada kong­res pemuda kedua tahun 1928 telah jelas arah pergerakan kebangsaan Indo­nesia. Banyak organisasi kebang­saan mempunyai tujuan mewujudkan Indonesia merdeka. Ketika Jepang ter­desak dalam perang Asia Timur Raya, para pahlawan pergerakan semakin giat mempersiapkan kemerdekaan. Golongan muda dan tua sepakat untuk memproklamsikan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini ada tiga bentuk perjuangan para pahlawan kemerde­kaan bangsa Indonesia yaitu:

(1). Pahlawan yang berperan dalam usaha persiapan kemerdekaan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ke­tika sebuah negara baru berdiri. Tugas berat diemban oleh pemimpin-pemimpin bangsa yang duduk menjadi anggota Badan Penyidik Usaha-usaha Per­siapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Ke­merdekaan Indonesia (PPKI). PPKI dibentuk setelah BPUPKI me­nye­le­saikan tugasnya. PPKI bertugas mem­persiapkan segala sesuatu yang ber­kaitan dengan masalah ketatanegaraan bagi Indonesia baru. Hasil sidang PPKI antara lain: mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Presiden, membentuk 12 departemen, dan menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi.

Bentuk negara dan dasar negara dibahas secara sungguh-sungguh oleh anggota BPUPKI dan PPKI. Banyak pahlawan yang mengusulkan bentuk negara. Selain itu ada tiga pahlawan yang mengusulkan dasar negara yaitu: Moham­mad Yamin, Supomo, dan Soe­karno. Rumusan dasar negara “Pan­casila” terdapat dalam Pem­bukaan Undang-Undang Dasar 1945. Men­jelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mem­proklamasikan kemerdekaan.

(2). Pahlawan yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Kemer­de­kaan 17 Agustus 1945. Ada pahla­wan golongan tua dan golongan muda. Ke­dua golongan ini sama-sama ber­juang agar Indonesia segera merdeka. Untuk memproklamasikan kemer­de­kaan negara Indonesia pahlawan golo­ngan tua dan golongan muda berbeda pendapat tentang cara memprok­la­masikan kemerdekaan. Pertentangan kedua golongan memuncak pada peris­tiwa penculikan. Soekarno Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok. Namun akhirnya terjadi kesepakatan, proklamasi ke­merdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah pro­klamasipun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep nas­kah proklamasi ditulis oleh Soe­karno dan diketik oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan Indone­sia dilakukan di kediaman Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno didampingi Bung Hatta mempro­kla­masikan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyayian lagu Indonesia Raya. Pahlawan dalam peris­tiwa Proklamasi Kemerdekaan an­tara lain: Soekarno, Hatta, Ahmad Su­barjo, Maeda, Fatmawati, Syahril, B.M.Diah, dan lain-lain. Mereka telah ber­jasa dengan caranya masing-masing.

 (3) Pahlawan yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan ke­mer­de­kaan. Setelah Bung Karno mem­pro­klamasikan kemerdekaan Indo­ne­sia, ada banyak gangguan yang ingin merobohkan kedaulatan negara yang baru berdiri ini. Tentara Sekutu masuk ke Indonesia untuk mengambil alih ke­kuasaan Jepang. Belanda yang mem­bonceng Sekutu juga ingin berkuasa lagi di Indonesia.

Bentuk Perjuangan

Rakyat Indonesia berjuang mem­perta­hankan kemerdekaan. Ada dua bentuk perjuangan yang dilakukan para pah­la­wan yaitu perjuangan fisik de­ngan cara bertempur yang dila­kukan da­lam rangka mempertahankan ke­mer­dekaan seperti: Pertempuran 10 No­vem­ber 1945 di Surabaya, Pertem­pu­ran Ambarawa, Pertempuran Me­dan Area, Bandung Lautan api dan lain-lain. Ada perjuangan lewat di­plomasi dilakukan dengan cara men­cari duku­ngan dari negara-negara lain. Perjua­ngan diplomasi dilakukan de­ngan cara perundingan-perun­dingan se­perti: Perundingan Linggar Jati dan Per­janjian Remville, selan­jutnya ko­misi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commis­sion for Indonesia) berhasil memper­te­mu­kan pihak Indo­nesia dan Belanda da­lam meja perun­dingan yaitu; Perjan­jian Rum-Royen, dan Konfrensi Meja Bun­dar. Dalam perundingan itu dele­gasi dari Indonesia berjuang secara diplo­masi supaya kedaulatan Indonesia diakui.

Perjuangan Bangsa Indonesia mem­pertahankan kemerdekaan akhir­nya membuahkan hasil. Belanda me­ngakui kedaulatan Republik Indonesia secara penuh. Upacara pengakuan ke­daulatan dilakukan di Den Haag Be­landa dan di Yokyakarta secara ber­sa­maan pada tanggal 27 Desember 1949. Pahlawan yang terlibat dalam per­juangan mempertahankan kemer­de­­kaan antara lain: Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Sri Sultan Ha­mengku Buwono IX, Soeharto, dan Sutan Syahril.

Sebagai warga negara Indonesia kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan. Bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang mempersiapkan kemerdekaan dapat kita ungkapkan dengan menge­nang dan menghargai jasa-jasa mereka seperti: Kita bisa berziarah ke makam pahlawan dan berdoa untuk mereka. Bentuk peng­hargaan yang tak kalah penting adalah mencontoh sikap-sikap positif yang mereka tunjukan dan meneruskan perjuangan mereka seperti: rela berjuang demi bangsa dan negara, berpendirian tetap, juga menghormati pendapat orang lain. Karya mereka membangun dasar negara harus kita teruskan agar sendi-sendi negara ini makin kokoh.

Selain itu penghargaan kita terhadap jasa-jasa pahlawan proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan melakukan beberapa hal berikut: berziarah ke makam para pahlawan dan mendoakannya, melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat, mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemer­dekaan. Sedangkan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan perjuangan mem­per­tahankan kemerdekaan antara lain adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Kita pantas menghargai jasa para pahlawan bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan dan mempertahankan kemer­dekaan kita. Berkat usaha mereka kita dapat hidup di alam merdeka dan menikmati sistem ketatanegaraan yang mereka perjuangkan.

Latihan Soal Essay Kelas XII

 Latihan soal Essay kelas XII


1. Apa saja faktor kegagalan sistem ekonomi terpimpin ?
2. Sebutkan isi Dwikora !
3. Bagaimana makna "Demokrasi Terpimpin" menurut UUD 1945 pada masa itu ?
4. Sebutkan isi dari Tri Program Kabinet Kerja!
5. Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 !
6. Jelaskan kedudukan Presiden menurut UUD 1945!
7. Apa yang anda ketahu tentang Oldefo dan Nefo ?
8. Jelaskan perkemangan Ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin!
9. Pada tahu 1959, indnesia mengalami inflasi yang sangat tinggi. jelaskan upaya pemerintah dalam mengatasinya!
10. Tunjukan 3 saja penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin?
11. Mengapa pada masa Demokrasi Terpimpin memperbaiki kondisi ekonomi ?
12. Sebutkan Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 !
13. Mengapa Konstituate yang ditugasi untuk membenuk UUD baru mengalami kegagalan!
14. Mengapa terjadi Konfrontasi dengan Malaysia ?
15. Apa yang dimaksud dengan Reformasi ?


Senin, 19 Oktober 2020

Latihan Soal Essay kelas XII

Latihan soal Essay kelas XII

1. Apa saja faktor kegagalan sistem ekonomi terpimpin ?
2. Sebutkan isi Dwikora !
3. Bagaimana makna "Demokrasi Terpimpin" menurut UUD 1945 pada masa itu ?
4. Sebutkan isi dari Tri Program Kabinet Kerja!
5. Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 !
6. Jelaskan kedudukan Presiden menurut UUD 1945!
7. Apa yang anda ketahu tentang Oldefo dan Nefo ?
8. Jelaskan perkemangan Ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin!
9. Pada tahu 1959, indnesia mengalami inflasi yang sangat tinggi. jelaskan upaya pemerintah dalam mengatasinya!
10. Tunjukan 3 saja penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin?
11. Mengapa pada masa Demokrasi Terpimpin memperbaiki kondisi ekonomi ?
12. Sebutkan Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 !
13. Mengapa Konstituate yang ditugasi untuk membenuk UUD baru mengalami kegagalan!
14. Mengapa terjadi Konfrontasi dengan Malaysia ?
15. Apa yang dimaksud dengan Reformasi ?

Materi kelas XI IPS 2

 B. Menghargai Jasa Para Pahlawan dalam Mempersiakan kemerdekaan 

Indonesia pernah dikuasai oleh bang­sa asing dalam waktu yang sangat lama. Bangsa-bangsa asing yang per­nah menjajah Indonesia adalah Por­tugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Penjajahan menyebabkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indo­ne­sia tidak tinggal diam. Bangsa In­donesia berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Penjajahan oleh bangsa asing membuat rakyat Indonesia sengsara. Penjajah Belanda menindas Indonesia dengan cara monopoli perdagangan ha­sil bumi, memberlakukan kerja pak­sa, meninggikan pajak dan sewa tanah, dan memberlakukan tanam paksa, se­hingga menimbulkan banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indo­nesia. Rakyat Indonesia tidak tahan lagi dan melakukan perlawanan mem­perjuangkan martabat dan kemer­de­ka­annya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan menentang penja­jahan Belanda.

Lepas dari penjajahan Belanda bang­sa Indonesia dikuasai oleh bangsa Je­pang. Bangsa Jepang pernah me­nguasai Indonesia selama 3,5 tahun. Na­mun pendudukan dalam waktu yang singkat ini menyebabkan pen­de­ritaan yang luar biasa. Kegembiraan rak­yat Indonesia atas kedatangan ten­tara Je­pang tidak berlangsung lama. Pasukan Jepang mulai berubah pe­rangai. Jepang mulai mengadakan pe­me­ra­san dan peninda­san. Bahkan le­bih rakus dan lebih kejam dari penjajah Belanda. Bentuk-bentuk penjajahan bang­sa Jepang adalah merampas hasil per­ta­nian rakyat, mengawasi media mas­sa, me­maksa rakyat menanam jarak, me­mak­sa pemuda-pemuda men­jadi romusha.

Penderitaan lahir batin yang di­alami rakyat Indonesia selama pendu­dukan Jepang di Indonesia menim­bulkan rasa benci dan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia. Perjua­ngan rakyat Indonesia mengusir pen­jajah tidak hanya dilakukan dengan kekuasaan fisik, tetapi juga melalui or­ganisasi. Putera-putera bangsa In­donesia mulai sadar perlunya orga­ni­sasi modern untuk perjuangan kemer­deka­an. Selain itu tumbuh juga kesa­daran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah

Kaum terpelajar Indonesia mulai sa­dar melawan penjajahan bisa dila­kukan lewat organisasi. Maka mulai bermunculan organisasi-organisasi yang memiliki cita-cita melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Inilah yang disebut masa kebangkitan nasional. Puncak kebangkitan nasio­nal adalah ketika para pemuda meng­ucapkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Saat itu para pemuda mengikrarkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Pengalaman pahit hi­dup di bawah penjajahan bangsa asing menjadikan bangsa Indonesia ber­tekad merebut kemerdekaan. Per­juangan mewujudkan kemerdekaan dila­kukan dengan perjuangan fisik dan me­lalui organisasi modern. Tanda-tanda terwujudnya cita-cita rakyat In­donesia untuk merdeka mulai tampak ketika Jepang terdesak oleh kekuatan Sekutu. Kesempatan untuk memer­dekakan diri benar-benar datang ke­tika terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Jepang telah menyerah ke­pada Sekutu, sementara Sekutu belum tiba di Indonesia. Kesempatan emas ini digunakan oleh bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Kemerdekaan telah diperjuangkan oleh bangsa Indonesia sejak lama. Hal ini nyata dari perjuangan para pah­­lawan untuk mengusir para penja­jah dari bumi pertiwi. Pada kong­res pemuda kedua tahun 1928 telah jelas arah pergerakan kebangsaan Indo­nesia. Banyak organisasi kebang­saan mempunyai tujuan mewujudkan Indonesia merdeka. Ketika Jepang ter­desak dalam perang Asia Timur Raya, para pahlawan pergerakan semakin giat mempersiapkan kemerdekaan. Golongan muda dan tua sepakat untuk memproklamsikan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini ada tiga bentuk perjuangan para pahlawan kemerde­kaan bangsa Indonesia yaitu:

(1). Pahlawan yang berperan dalam usaha persiapan kemerdekaan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ke­tika sebuah negara baru berdiri. Tugas berat diemban oleh pemimpin-pemimpin bangsa yang duduk menjadi anggota Badan Penyidik Usaha-usaha Per­siapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Ke­merdekaan Indonesia (PPKI). PPKI dibentuk setelah BPUPKI me­nye­le­saikan tugasnya. PPKI bertugas mem­persiapkan segala sesuatu yang ber­kaitan dengan masalah ketatanegaraan bagi Indonesia baru. Hasil sidang PPKI antara lain: mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Presiden, membentuk 12 departemen, dan menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia menjadi 8 provinsi.

Bentuk negara dan dasar negara dibahas secara sungguh-sungguh oleh anggota BPUPKI dan PPKI. Banyak pahlawan yang mengusulkan bentuk negara. Selain itu ada tiga pahlawan yang mengusulkan dasar negara yaitu: Moham­mad Yamin, Supomo, dan Soe­karno. Rumusan dasar negara “Pan­casila” terdapat dalam Pem­bukaan Undang-Undang Dasar 1945. Men­jelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk mem­proklamasikan kemerdekaan.

(2). Pahlawan yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Kemer­de­kaan 17 Agustus 1945. Ada pahla­wan golongan tua dan golongan muda. Ke­dua golongan ini sama-sama ber­juang agar Indonesia segera merdeka. Untuk memproklamasikan kemer­de­kaan negara Indonesia pahlawan golo­ngan tua dan golongan muda berbeda pendapat tentang cara memprok­la­masikan kemerdekaan. Pertentangan kedua golongan memuncak pada peris­tiwa penculikan. Soekarno Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok. Namun akhirnya terjadi kesepakatan, proklamasi ke­merdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah pro­klamasipun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep nas­kah proklamasi ditulis oleh Soe­karno dan diketik oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan Indone­sia dilakukan di kediaman Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno didampingi Bung Hatta mempro­kla­masikan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyayian lagu Indonesia Raya. Pahlawan dalam peris­tiwa Proklamasi Kemerdekaan an­tara lain: Soekarno, Hatta, Ahmad Su­barjo, Maeda, Fatmawati, Syahril, B.M.Diah, dan lain-lain. Mereka telah ber­jasa dengan caranya masing-masing.

 (3) Pahlawan yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan ke­mer­de­kaan. Setelah Bung Karno mem­pro­klamasikan kemerdekaan Indo­ne­sia, ada banyak gangguan yang ingin merobohkan kedaulatan negara yang baru berdiri ini. Tentara Sekutu masuk ke Indonesia untuk mengambil alih ke­kuasaan Jepang. Belanda yang mem­bonceng Sekutu juga ingin berkuasa lagi di Indonesia.

Bentuk Perjuangan

Rakyat Indonesia berjuang mem­perta­hankan kemerdekaan. Ada dua bentuk perjuangan yang dilakukan para pah­la­wan yaitu perjuangan fisik de­ngan cara bertempur yang dila­kukan da­lam rangka mempertahankan ke­mer­dekaan seperti: Pertempuran 10 No­vem­ber 1945 di Surabaya, Pertem­pu­ran Ambarawa, Pertempuran Me­dan Area, Bandung Lautan api dan lain-lain. Ada perjuangan lewat di­plomasi dilakukan dengan cara men­cari duku­ngan dari negara-negara lain. Perjua­ngan diplomasi dilakukan de­ngan cara perundingan-perun­dingan se­perti: Perundingan Linggar Jati dan Per­janjian Remville, selan­jutnya ko­misi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commis­sion for Indonesia) berhasil memper­te­mu­kan pihak Indo­nesia dan Belanda da­lam meja perun­dingan yaitu; Perjan­jian Rum-Royen, dan Konfrensi Meja Bun­dar. Dalam perundingan itu dele­gasi dari Indonesia berjuang secara diplo­masi supaya kedaulatan Indonesia diakui.

Perjuangan Bangsa Indonesia mem­pertahankan kemerdekaan akhir­nya membuahkan hasil. Belanda me­ngakui kedaulatan Republik Indonesia secara penuh. Upacara pengakuan ke­daulatan dilakukan di Den Haag Be­landa dan di Yokyakarta secara ber­sa­maan pada tanggal 27 Desember 1949. Pahlawan yang terlibat dalam per­juangan mempertahankan kemer­de­­kaan antara lain: Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Sri Sultan Ha­mengku Buwono IX, Soeharto, dan Sutan Syahril.

Sebagai warga negara Indonesia kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan. Bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang mempersiapkan kemerdekaan dapat kita ungkapkan dengan menge­nang dan menghargai jasa-jasa mereka seperti: Kita bisa berziarah ke makam pahlawan dan berdoa untuk mereka. Bentuk peng­hargaan yang tak kalah penting adalah mencontoh sikap-sikap positif yang mereka tunjukan dan meneruskan perjuangan mereka seperti: rela berjuang demi bangsa dan negara, berpendirian tetap, juga menghormati pendapat orang lain. Karya mereka membangun dasar negara harus kita teruskan agar sendi-sendi negara ini makin kokoh.

Selain itu penghargaan kita terhadap jasa-jasa pahlawan proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan melakukan beberapa hal berikut: berziarah ke makam para pahlawan dan mendoakannya, melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat, mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemer­dekaan. Sedangkan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan perjuangan mem­per­tahankan kemerdekaan antara lain adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Kita pantas menghargai jasa para pahlawan bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan dan mempertahankan kemer­dekaan kita. Berkat usaha mereka kita dapat hidup di alam merdeka dan menikmati sistem ketatanegaraan yang mereka perjuangkan. 

Jumat, 16 Oktober 2020

Materi Kelas XI IPS 3

  Assalamualaikum selamat pagi anak anak yang ku cintai.

sebelum kita memulai pembelajaran hari ini alangkah baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu dan jangan lupa untuk selalu Sholat karna sholat adalah tiang agama.

bab. 5 Peranan Tokoh Nasional dan Daerah dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

1. Dr. Sutomo

Dr. Soetomo perannya dalam kebangkitan nasional adalah tokoh pendiri organisasi Budi Utomo yaitu organisasi pergerakan pertama di Indonesia. 

Organisasi ini awalnya dibangun karena ia bersama kawan-kawan dari STOVIA memperkenalkan ide untuk memberikan bantuan dana bagi para pelajar pribumi berprestasi tapi miskin.

Sehingga ide ini berkembang dengan bergabungnya sekelompok priyayi Jawa untuk mendirikan Boedi Oetomo.

2. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan cendekiawan Indonesia yang sangat cerdas. Beliau merupakan seorang dokter lulusan STOVIA ( School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau diartikan sebagai Sekolah Pendidikan Dokter Hindia dalam bahasa Indonesia. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan sosok yang sangat senang bergaul dengan rakyat biasa, sehingga beliau mengerti penderitaan yang dialami rakyat sehingga beliau seringkali mengobati rakyat tanpa memungut bayaran. Dr. Wahidin Sudirohusodo menyadari bahwa penderitaan rakyat tersebut akibat penjajahan Belanda sehingga rakyat hidup dalam keterbelakangan dan penindasan. Salah satu cara yang dianggap dapat membebaskan rakyat dari penjajahan adalah melalui pendidikan dan konsep inilah yang disadari oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo rakyat harus cerdas. Mencerdaskan rakyat dapat ditempuh dengan pemberian kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah.

Dua pokok pikiran yang menjadi perjuangan Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah:

  1. memperjuangkan adanya kesempatan pendidikan dan pengajaran kepada seluruh rakyat Indonesia secara meluas
  2. memupuk kesadaran kebangsaan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Gagasan perjuangan Dr. Wahidin Sudiohusodo melalui dana pelajar tidak membuahkan hasil. Hal ini yang mendorong Dr. Wahidin Sudirohusodo mengajukan gagasan perjuangannya melalui pendirian organisasi pendidikan kepada para pelajar STOVIA di Jakarta sehingga pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo inilah yang menjadi pelopor pembentukan organisasi pendidikan bernama Budi Utomo di Indonesia.

3. Dr. Cipto Mangunkusumo

Cipto Mangunkusumo (4 Maret 1886 – 8 Maret 1943) merupakan salah satu tokoh dalam masa Pergerakan Nasional.

Cipto Mangunkusumo, bersama kedua reaknnya, Ernest François Eugène (E.F.E.) Douwes Dekker (yang kemudian dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi) dan Suwardi Suryaningrat (yang kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara), merupakan “Tiga Serangkai” pendiri Indische Partij (IP).

Organisasi ini dianggap oleh Belanda berbahaya karena secara terang-terangan menyerukan kemerdekaan Indonesia (atau waktu itu dikenal dengan nama Hindia Belanda).

Akibatnya pemerintah Belanda membubarkan Indische Partij, yang dianggap sebagai organisasi subversif, lalu menangkap tiga serangkai dan mengasingkan mereka ke Belanda.  

Selain itu, Cipto Mangunkusumo menjadi mentor politik Sukarno, yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia. 

4. E.F.E Douwes Dekker

Peran Douwes Dekker dalam pergerakan nasional Indonesia adalah SEBAGAI PERINTIS NASIONALISME sebab ia bersama dengan dua tokoh bangsa lainnya mendirikan INDISCHE PARTIJ atau Partai Hindia yang merupakan partai politik paling pertama di wilayah Hindia Belanda saat itu. Cita-cita utama partai ini sendiri adalah menyebarkan paham nasionalisme (satu bangsa).

Indische Partij didirikan pada Desember tahun 1912 oleh 3 tokoh penting yakni Douwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) dan juga Tjipto Mangoenkoesoemo. Secara singkat partai ini mampu menarik anggota sampai 5000 orang. Indische Partij diterima baik kaum indo, pribumi bahkan juga tionghoa. Sayangnya pergerakan mereka segera dimusuhi Belanda sebab dianggap radikal dan membahayakan.

Indische Partij bisa dibilang sebagai peletak dasar pergerakan nasional bangsa Indonesia yang cita-citanya adalah kemerdekaan Bangsa. Partai ini tegas dalam coraknya yakni anti-kolonial. Dengan demikian maka sudah jelas peran pendirinya termasuk Douwes Dekker sangat penting sebagai peletak awal (perintis) pergerakan nasional.

5. Haji Omar Said Cokroaminoto

Peran Hos Tjokroaminoto bagi perjuangan pergerakan nasional indonesia adalah:

  • HOS Tjokroaminato adalah seorang Guru atau teladan bagi para tokoh-tokoh nasional masa Pergerakan Nasional Seperti Sukarno, Semaun, dan Kartosuwirjo.
  • HOS Tjoroaminoto dianggap sebagai Pemimpin Jawa menggantikan Diponegoro dan Dia juga Pendiri dari organisasi bernama Serikat Dagang Islam.
  • HOS Tjokroaminoto adalah seorang tokoh yang berani menulis petisi ke Ratu Belanda untuk kemerdekaan dari negeri Belanda.
  • HOS Tjokroaminato adalah orang atau pionir yang membuka modernisasi politik kepada warga Indonesia  pada masa pemerintahan Belanda.

Pada masa pemerintahan Belanda, banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin di Indonesia yang berguguran karena terlibat dengan peperangan dengan Bangsa Belanda. Namun HOS Tjokroaminato membuat sebuah gerakan perlawanan dengan cara bukan dengan perang melainkan dengan cara musyawarah dan juga dengan mendirikan sebuah organisasi bersifat keagamaan atau kesukuan untuk mengajak Pemerintah Belanda bermusyawarah dalam memperoleh kemerdekaan.

6. K.H. Samanhudi

Beliau lahir di Laweyan, Solo pada tahun 1868 dari keluarga pedagang. Pada tahun 1905, beliau mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI), organisasi yang menentang Belanda dan memperjuangkan martabat pedagang pribumi. SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 dan pada kongres tahun 1913, beliau terpilih menjadi ketua. KH. Samanhudi juga terlibat dalam gejala politik pasca kemerdekaan dengan membentuk Barisan Pemberontak Indonesia yang melawan Belanda NICA, dan lascar rakyat yang bernama Gerakan Kesatuan Alap-Alap.

7. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin (1903-1962) adalah aktivis kemerdekaan dari Sumatera Barat dan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pemikiran Muhammad Yamin dalam memperjuangkan integrasi bangsa adalah dengan mengusulkan rancangan dasar negara yang kemudian berkembang menjadi Pancasila yang sekarang kita gunakan sebagai dasar Negara.

Dalam pemikirannya yang disampaikan pada sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945, Yamin mengusulkan dasar negara berupa seperti di atas.

Dalam perkembangan sidang BPUPKI, kelima pokok pikiran ini digabungkan dengan pemikiran tokoh lainnya seperti dari Soekarno.

Muhammad Yamin juga bergabung dalam Panitia Sembilan, yang merancang rumusan Pembukaaan Undang-Undang Dasar 1945.

8. K.H.Mas Mansyur

menjadi anggota PPKI, menjadi ketua pusat tenaga rakyat(putera) ,selain itu ia juga aktif dlm pergerakan nasional dg bergabung sebagai anggota persatuan bangsa indonesia(PBI)..MAS mansur kemudian memprakarsai berdirinya Majelis A'la indonesia (MIAI) organisasi ini mrupakan gabungan beberapa organisasi islam yg aktif menggalang kekuatan politik utk melawan pemerintah kolonial belanda dan bergerak bersama GAPI (gabungan politik indonesia).

9. M.Natsir

Mohammad Natsir adalah seorang ulama, politisi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin serta politik Masyumi dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Mohammad Natsir turut memberikan arti dan arah perjuangan kemerdekaan Indonesia secara positif bagi bangsa negara Indonesia.

10. K.H. Hasyim Asyari

KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang tokoh nasional muslim yang lahir pada tanggal 10 April 1875. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari dan Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy’ari memiliki garis keturunan baik dari Sultan Pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

  • Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai tempat penyiaran pendidikan Islam.
  • Mendirikan Jami’yah Nahdlatul Ulama untuk tujuan memegang dengan teguh pada salah satu dari madzhab empat.
  • Ikut aktif dalam perjuangan membebaskan bangsa dari penjajah Belanda.
  • Menolak bintang mas dan perak tanda kehormatan dari Belanda.
  • Membentuk Masyumi sebagai wadah perjuangan.
  • Tetap kuat dan tegar dalam menjalani masa penahanan oleh Jepang yang menjadikan salah satu jari beliau menjadi cacat.
  • Menyerukan Resolusi Jihad.

 11. H. Agus Salim

Peran H. Agus Salim dalam mempertahankan kemerdekaan:
1) menjadi anggota Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan asas dan  tujuan negara merdeka pada 22 Juni 1945
2) menjadi Panitia Penghalus Bahasa rumusan undang-undang bersama Husein Jayadiningrat dan Supomo.
3) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Indonesia merdeka (1945)
4) menjadi Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta (1947 - 1949)
5) menjadi Penasehat Menteri Luar Negeri setelah pengakuan kedaulatan Indonesia (1950 - akhir hayatnya)

12. K.H Ahmad Dahlan

peran ahmad dahlan adalah mengembangkan nilai nilai keagamaan dan mendirikan muhammmadiyah Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam.

13. Ki Hajar Dewantara

Pada masa pergerakan Nasional, para pelajar Indonesia banyak melakukan gerakan Nasionalisme dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di berbagai bidang. Ki. Hadjar Dewanara adalah salah pelajar Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dia adalah salah satu pendiri oganisasi Indische Partij. Beliau adalah tokoh nasionalis yang memperjuangkan bangsa Indonesia di bidang Pendidikan.

Peran Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia pada awal kemerdekaan adalah:

  1. Membuat semboyan Tut Wuri Handayani dalam dunia Pendidikan.
  2. Membuat Tujuan Pendidikan
  3. Mendirikan sekolah Taman Siswa.
  4. Membuat berbagai karya tulis di Bidang Pendidikan.
  5. Menciptakan teori Trikon dalam metode pengajaran dan penyampaian di dunia Pendidikan.
  6. Menciptakan Trisentra Pendidikan, menjelaskan kriteria tempat dalam mengajar pendidikan.
  7. Mendorong semanga Anti Kolonial
14. Syarfrudddin Prawinegara

Syafruddin Prawiranegara (1911-1989) adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan, yang pernah menjadi pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949

PDRI didirikan di Bukittinggi, Sumatera Barat sebagai akibat dari keadaan darurat akibat serangan Belanda dalam Agresi Militer II ke ibukota Indonesia saat itu, Yogyakarta. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan.

Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948. Pada Agresi Militer II, Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, dan menangkap pemimpin Republik Indonesia, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Meski para pimpinan Republik Indonesia tertangkap, perjuangan terus berlanjut, karena Indonesia sudah memiliki rencana dalam kondisi ini. Sesuai rencana, Syafruddin Prawiranegara menjadi presiden sementara di Bukittinggi, dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).  

15. Mr. Mohammad Roem

Muhamad Roem tercatat beberapa kali mewakili Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Perundingan yang pernah diikuti antara lain perjanjian Linggarjati pada tahun 1947, perundingan Renville pada Januari 1948,  Roem - Rooyen pada tanggal 7 Mei 1949, dan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Perundingan Roem-Rooyen tersebut telah membuka jalan bagi diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar dan selanjutnya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada Desember 1949. Dalam perundingan Roem- Rooyen, Mohammad Roem memikul tanggung jawab berat, karena beliau harus mempertahankan wilayah RI agar tidak lebih sempit lagi. Terdapat perbedaan pendapat mengenai Pemerintah Federal Sementara, karena Belanda berpendapat bahwa pemerintah harus dipimpin oleh pejabatpejabat dari Kerajaan Belanda. Sedangkan RI berpendirian bahwa Pemerintah Federal Sementara harus bersifat nasional, sehingga harus terdiri dari orang-orang Indonesia saja. Mohammad Roem juga memperjuangkan hak-hak Indonesia untuk mempertahankan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara lain. Hubungan luar negeri inilah yang sangat diperlukan Indonesia dalam menggalang dukungan dari berbagai negara terhadap kemerdekaan Indonesia. Memang benar bahwa dengan proklamasi kemerdekaan, maka Indonesia sebagai negara merdeka telah memenuhi syarat adanya wilayah, pemerintahan dan rakyat. Namun tidak kalah pentingnya adalah syarat kemampuan melakukan hubungan dengan negara-negara lain, yang tentunya menuntut adanya pengakuan dari negara- negara lain. 

Kamis, 15 Oktober 2020

Latihan Soal Pilihan Ganda keas XII

Latihan soal Pilihan Ganda kelas XII   

1. Pimpinan dari Gerakan DI/TII Jawa Tengah, ketika itu menjabat sebagai ....
a. Komandan Laskar Hisbullah di front Tulangan, Sidoarjo, dan Mojokerto
b. Komandan Laskar Hisbullah di front Brebes, Tegal, dan Pekalongan
c. Komandan Laskar Hisbullah di front Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Barat
d. Komandan Laskar Hisbullah di frontBrebes,Sidoarjo, dan Mojokerto
e. Komandan Laskar Kalimantan Selatan

2. Latar belakang terjadinya Pemberontakan Andi Azis yaitu ....
a. tidak menyetujui Indonesia timur bergabung ke NKRI
b. ketidakpuasan kawasan terhadap alokasi biaya dan pembangunan dari pusat
c. membentuk Negara Islam
d. bergabung ke Negara Islam Kartosuwiryo
e. menolak masuknya pasukan APRIS dari Tentara Nasional Indonesia ke Sulawesi Selatan

3. Tokoh yang pertama kali bercita-cita ingin mendirikan Negara Islam Indonesia ialah ....
a. Amir Fatah
b. Kahar Mudzakar
c. Andi Azis
d. Kartosuwiryo
e. Daud Beureu

4. Untuk menumpas PRRI, pemerintah dan KSAD memutaskan untuk melancarkan operasi militer. Operasi militer ini diberi nama operasi ....
a. Pagar Betis
b. Baratayudha
c. Merdeka
d. 17 Agustus
e. Banteng Raiders

5. Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh ....
a. persaingan antara anggota ABRI
b. perebutan jabatan di Sumatra Barat
c. munculnya kelas-kelas dalam masyarakat di Selawesi Selatan
d. perebutan jabatan Kapolres di sebuah kabupaten di Selawesi Selatan
e. ketidakpuasan beberapa di Sumatra dan Sulawesi terhadap dana pembangunan dan pemerintahan pusat

6. Usaha pemerintah dalam mengatasi Gerakan DI/TII Kartosuwiryo yaitu ....
a. pencucian terhadap antek-antek Kartosuwiryo
b. musyawarah dan pengarahan pasukan TNI
c. menghukum Kartosuwiryo
d. penyerangan terhadap Kartosuwiryo
e. penangkapan Kartosuwiryo

7. Gerakan yang didalangi oleh golongan kolonialisme Belanda yang ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia yaitu ....
a. RMS
b. DI/TII Aceh
c. APRA
d. Andi Azis
e. DI/TII Jawa Tengah

8. Pemberontakan Kahar Mudzakar di Sulawesi Selatan disebabkan lantaran ....
a. tidak puasan dengan Pemerintah RI
b. Kahar Mudzakar ingin menjadi pemimpin APRIS
c. menentang Pemerintah RIS
d. memperjuangkan semoga KGSS dimasukkan dalam APRIS
e. KGSS hanya dimasukkan ke dalam korps cadangan nasional

9. Pemberontakan PKI Madiun merupakan puncak ketidakpuasan salah seorang tokoh oposan sesudah jatuh dari Kabinet, ialah ....
a. Muso
b. Alimin
c. Amir Syarifudin 
d. Aidit
e. Tan Malaka

10. Berikut ini yaitu banyak sekali persiapan PKI sebelum melancarkan pengkhianatan melalui Gerakan September 1965, kecuali ....
a. menggalang kekuatan massa dengan mendirikan banyak sekali organisasi
b. melaksanakan infiltrasi ke dalam badan ABRI
c. membuatkan informasi Dewan Jendral
d. membentuk Biro Khusus
e. menculik para perwira tinggi yang tidak mau tunduk pada PKI

11. PKI menentut Pemerintah Indonesia untuk membentuk Angkatan Kelima denga tujuan ....
a. membantu pemerintah dalam menghadapi konfrontasi dengan Malaysia
b. mempersiapkan semoga Indonesia lebih tangguh
c. mempersiapkan pasukan bersenjata untuk merebut pemerintahan yang sah
d. untuk melawan negara Amerika Serikat
e. untuk melindungi rakyat jelata

12. Pemberontakan DI/TII terjadi dibeberapa provinsi, kecuali ....
a. Sumatra Utara
b. Sulawesi Selatan
c. Kalimantan Selatan
d. Jawa Barat
e. Jawa Tengah

13. Operasi penumpasan G-30-S/PKI pertama di ibu kota yang dilancarkan oleh pasukan RPKAD dan pasukan Kujang Siliwangi diarahkan ke ....
a. Lubang Buaya dan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma
b. Gedung RRI dan TVRI
c. Gedung RRI dan Telkom Pusat
d. Istana negara dan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma
e. Gedung RRI danLubang Buaya

14. Maksud Pangkostrad melaksanakan koordinasi di antara kesatuan ABRI yaitu ....
a. menugaskan RPKAD merebut RRI dan Kantor Telkom
b. Menjelaskan kepada rakyat mengenai pengkhianatan PKI
c. merebut basis pertahanan PKI di Halim Perdana Kusuma
d. menggalang kekuatan untuk melumpuhkan PKI secara cepat
e. mengamankan situasi ibu kota

15. Penculikan dan pembunuhan dalam Peristiwa G-30-S/PKI menunjukan bahwa PKI yaitu ....
a. organisasi terlarang
b. berbahaya
c. tidak sehaluan
d. sangat biadab
e. pengkhianat

16. Demi kepentingan demokrasi, BP-KNIP mendorong penduduk untuk membentuk partai politik untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menjamin demokrasi bagi penduduk. Ini diusulkan pada pertemuan BP-KNIP dan disetujui oleh presiden.

a. Keputusan Presiden 5 Juli 1959
b. Keputusan Presiden No. X dari 1945
c. Pemberitahuan kepada Wakil Presiden X pada 16 Oktober 1945
d. Deklarasi Pemerintah 5 Oktober 1945
e. Deklarasi pemerintah pada 3 Oktober 1945


17. Rekonstruksi dan rasionalisasi tentara pada tahun 1948 dijadwalkan.

a. menghadapi pemberontakan PKI
b. Mengurangi beban ekonomi dan meningkatkan kualitas tentara
c. Meningkatkan kualitas angkatan bersenjata dan meningkatkan fungsi ganda ABRI
d. Tembak anggota tentara yang lama
e. memberkati anggota tentara yang layak

18. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, yaitu rencana lima tahun Menteri Pangan dalam apa yang disebut kabinet Hatta.

a. Rencana Surachman
b. Rencana Kasimo
c. Rencana Sumitro Djojohadikusumo
d. Rencana Iskaq Cokrohadisuryo
e. Rencanakan pergerakan benteng

19. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mengisi kembali perbendaharaan pada awal kemerdekaan adalah.

a. menasionalisasi De Javasche Bank
b. Devaluasi rupiah
c. sistem ekonomi pergerakan benteng
d. memegang pinjaman nasional
e. mendirikan bank tabungan pos

20. Presiden Soekarno secara resmi mengumumkan pembentukan BKR pada.

a. 23 Agustus 1945
b. 19 Agustus 1945
c. 18 Agustus 1945
d. 22 Juni 1945
e. 24 Agustus 1945

21. Sebelum pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Presiden didukung dalam pelaksanaan tugasnya.

a. Komite Nasional
b. wakil presiden
c. perdana menteri
d. Dewan Menteri
e. kabinet

22. Faktor eksternal ketidakstabilan politik dan negara pada awal kemerdekaan adalah.

a. Ada persaingan antar partai politik
b. adanya masalah keamanan internal
c. Rakyat Indonesia masih mencari sistem pemerintahan yang cocok
d. Pelabuhan ekspor dipindahkan dari Jawa ke Sumatra
e. Kedatangan Sekutu, ditemani oleh NICA dan Jepang, masih memperhatikan status quo sampai Sekutu tiba

23. Wilayah Indonesia pada 19 Agustus 1945 duduk bersama.

a. 6 provinsi
b. 7 provinsi
c. 8 provinsi
d. 9 provinsi
e. 10 provinsi

24. Berikut ini tidak menyebabkan inflasi pada awal kemerdekaan.

a. Jumlah mata uang populasi Jepang tidak terkontrol
b. dikontrol oleh bank pasukan sekutu
c. Dia mengedarkan uang cadangan untuk membiayai operasi Sekutu
d. Perbendaharaan kosong
e. sistem warisan lokal dari warisan Jepang

25. KNIP dibentuk pada tanggal tersebut.

a. 18 Agustus 1945
b. 19 Agustus 1945
c. 21 Agustus 1945
d. 22 Agustus 1945
e. 23 Agustus 1945

Rabu, 14 Oktober 2020

Latihan Soal Pilihan Ganda Kelas XII Ipa 3

 

1. Pimpinan dari Gerakan DI/TII Jawa Tengah, ketika itu menjabat sebagai ....
a. Komandan Laskar Hisbullah di front Tulangan, Sidoarjo, dan Mojokerto
b. Komandan Laskar Hisbullah di front Brebes, Tegal, dan Pekalongan
c. Komandan Laskar Hisbullah di front Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Barat
d. Komandan Laskar Hisbullah di frontBrebes,Sidoarjo, dan Mojokerto
e. Komandan Laskar Kalimantan Selatan

2. Latar belakang terjadinya Pemberontakan Andi Azis yaitu ....
a. tidak menyetujui Indonesia timur bergabung ke NKRI
b. ketidakpuasan kawasan terhadap alokasi biaya dan pembangunan dari pusat
c. membentuk Negara Islam
d. bergabung ke Negara Islam Kartosuwiryo
e. menolak masuknya pasukan APRIS dari Tentara Nasional Indonesia ke Sulawesi Selatan

3. Tokoh yang pertama kali bercita-cita ingin mendirikan Negara Islam Indonesia ialah ....
a. Amir Fatah
b. Kahar Mudzakar
c. Andi Azis
d. Kartosuwiryo
e. Daud Beureu

4. Untuk menumpas PRRI, pemerintah dan KSAD memutaskan untuk melancarkan operasi militer. Operasi militer ini diberi nama operasi ....
a. Pagar Betis
b. Baratayudha
c. Merdeka
d. 17 Agustus
e. Banteng Raiders

5. Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh ....
a. persaingan antara anggota ABRI
b. perebutan jabatan di Sumatra Barat
c. munculnya kelas-kelas dalam masyarakat di Selawesi Selatan
d. perebutan jabatan Kapolres di sebuah kabupaten di Selawesi Selatan
e. ketidakpuasan beberapa di Sumatra dan Sulawesi terhadap dana pembangunan dan pemerintahan pusat

6. Usaha pemerintah dalam mengatasi Gerakan DI/TII Kartosuwiryo yaitu ....
a. pencucian terhadap antek-antek Kartosuwiryo
b. musyawarah dan pengarahan pasukan TNI
c. menghukum Kartosuwiryo
d. penyerangan terhadap Kartosuwiryo
e. penangkapan Kartosuwiryo

7. Gerakan yang didalangi oleh golongan kolonialisme Belanda yang ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia yaitu ....
a. RMS
b. DI/TII Aceh
c. APRA
d. Andi Azis
e. DI/TII Jawa Tengah

8. Pemberontakan Kahar Mudzakar di Sulawesi Selatan disebabkan lantaran ....
a. tidak puasan dengan Pemerintah RI
b. Kahar Mudzakar ingin menjadi pemimpin APRIS
c. menentang Pemerintah RIS
d. memperjuangkan semoga KGSS dimasukkan dalam APRIS
e. KGSS hanya dimasukkan ke dalam korps cadangan nasional

9. Pemberontakan PKI Madiun merupakan puncak ketidakpuasan salah seorang tokoh oposan sesudah jatuh dari Kabinet, ialah ....
a. Muso
b. Alimin
c. Amir Syarifudin
d. Aidit
e. Tan Malaka

10. Berikut ini yaitu banyak sekali persiapan PKI sebelum melancarkan pengkhianatan melalui Gerakan September 1965, kecuali ....
a. menggalang kekuatan massa dengan mendirikan banyak sekali organisasi
b. melaksanakan infiltrasi ke dalam badan ABRI
c. membuatkan informasi Dewan Jendral
d. membentuk Biro Khusus
e. menculik para perwira tinggi yang tidak mau tunduk pada PKI

11. PKI menentut Pemerintah Indonesia untuk membentuk Angkatan Kelima denga tujuan ....
a. membantu pemerintah dalam menghadapi konfrontasi dengan Malaysia
b. mempersiapkan semoga Indonesia lebih tangguh
c. mempersiapkan pasukan bersenjata untuk merebut pemerintahan yang sah
d. untuk melawan negara Amerika Serikat
e. untuk melindungi rakyat jelata

12. Pemberontakan DI/TII terjadi dibeberapa provinsi, kecuali ....
a. Sumatra Utara
b. Sulawesi Selatan
c. Kalimantan Selatan
d. Jawa Barat
e. Jawa Tengah

13. Operasi penumpasan G-30-S/PKI pertama di ibu kota yang dilancarkan oleh pasukan RPKAD dan pasukan Kujang Siliwangi diarahkan ke ....
a. Lubang Buaya dan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma
b. Gedung RRI dan TVRI
c. Gedung RRI dan Telkom Pusat
d. Istana negara dan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma
e. Gedung RRI danLubang Buaya

14. Maksud Pangkostrad melaksanakan koordinasi di antara kesatuan ABRI yaitu ....
a. menugaskan RPKAD merebut RRI dan Kantor Telkom
b. Menjelaskan kepada rakyat mengenai pengkhianatan PKI
c. merebut basis pertahanan PKI di Halim Perdana Kusuma
d. menggalang kekuatan untuk melumpuhkan PKI secara cepat
e. mengamankan situasi ibu kota

15. Penculikan dan pembunuhan dalam Peristiwa G-30-S/PKI menunjukan bahwa PKI yaitu ....
a. organisasi terlarang
b. berbahaya
c. tidak sehaluan
d. sangat biadab
e. pengkhianat

16. Demi kepentingan demokrasi, BP-KNIP mendorong penduduk untuk membentuk partai politik untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menjamin demokrasi bagi penduduk. Ini diusulkan pada pertemuan BP-KNIP dan disetujui oleh presiden.

a. Keputusan Presiden 5 Juli 1959
b. Keputusan Presiden No. X dari 1945
c. Pemberitahuan kepada Wakil Presiden X pada 16 Oktober 1945
d. Deklarasi Pemerintah 5 Oktober 1945
e. Deklarasi pemerintah pada 3 Oktober 1945


17. Rekonstruksi dan rasionalisasi tentara pada tahun 1948 dijadwalkan.

a. menghadapi pemberontakan PKI
b. Mengurangi beban ekonomi dan meningkatkan kualitas tentara
c. Meningkatkan kualitas angkatan bersenjata dan meningkatkan fungsi ganda ABRI
d. Tembak anggota tentara yang lama
e. memberkati anggota tentara yang layak

18. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, yaitu rencana lima tahun Menteri Pangan dalam apa yang disebut kabinet Hatta.

a. Rencana Surachman
b. Rencana Kasimo
c. Rencana Sumitro Djojohadikusumo
d. Rencana Iskaq Cokrohadisuryo
e. Rencanakan pergerakan benteng

19. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mengisi kembali perbendaharaan pada awal kemerdekaan adalah.

a. menasionalisasi De Javasche Bank
b. Devaluasi rupiah
c. sistem ekonomi pergerakan benteng
d. memegang pinjaman nasional
e. mendirikan bank tabungan pos

20. Presiden Soekarno secara resmi mengumumkan pembentukan BKR pada.

a. 23 Agustus 1945
b. 19 Agustus 1945
c. 18 Agustus 1945
d. 22 Juni 1945
e. 24 Agustus 1945

21. Sebelum pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Presiden didukung dalam pelaksanaan tugasnya.

a. Komite Nasional
b. wakil presiden
c. perdana menteri
d. Dewan Menteri
e. kabinet

22. Faktor eksternal ketidakstabilan politik dan negara pada awal kemerdekaan adalah.

a. Ada persaingan antar partai politik
b. adanya masalah keamanan internal
c. Rakyat Indonesia masih mencari sistem pemerintahan yang cocok
d. Pelabuhan ekspor dipindahkan dari Jawa ke Sumatra
e. Kedatangan Sekutu, ditemani oleh NICA dan Jepang, masih memperhatikan status quo sampai Sekutu tiba

23. Wilayah Indonesia pada 19 Agustus 1945 duduk bersama.

a. 6 provinsi
b. 7 provinsi
c. 8 provinsi
d. 9 provinsi
e. 10 provinsi

24. Berikut ini tidak menyebabkan inflasi pada awal kemerdekaan.

a. Jumlah mata uang populasi Jepang tidak terkontrol
b. dikontrol oleh bank pasukan sekutu
c. Dia mengedarkan uang cadangan untuk membiayai operasi Sekutu
d. Perbendaharaan kosong
e. sistem warisan lokal dari warisan Jepang

25. KNIP dibentuk pada tanggal tersebut.

a. 18 Agustus 1945
b. 19 Agustus 1945
c. 21 Agustus 1945
d. 22 Agustus 1945
e. 23 Agustus 1945

Materi hari ini kelas XI 1 dan 5

 Assalamualaikum selamat pagi anak anak yan ku cintai.

sebelum kita memulai pembelajaran hari ini alangkah baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu dan jangan lupa untuk selalu Sholat karna sholat adalah tiang agama.

bab. 5 Peranan Tokoh Nasional dan Daerah dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

1. Dr. Sutomo

Dr. Soetomo perannya dalam kebangkitan nasional adalah tokoh pendiri organisasi Budi Utomo yaitu organisasi pergerakan pertama di Indonesia. 

Organisasi ini awalnya dibangun karena ia bersama kawan-kawan dari STOVIA memperkenalkan ide untuk memberikan bantuan dana bagi para pelajar pribumi berprestasi tapi miskin.

Sehingga ide ini berkembang dengan bergabungnya sekelompok priyayi Jawa untuk mendirikan Boedi Oetomo.

2. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan cendekiawan Indonesia yang sangat cerdas. Beliau merupakan seorang dokter lulusan STOVIA ( School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau diartikan sebagai Sekolah Pendidikan Dokter Hindia dalam bahasa Indonesia. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan sosok yang sangat senang bergaul dengan rakyat biasa, sehingga beliau mengerti penderitaan yang dialami rakyat sehingga beliau seringkali mengobati rakyat tanpa memungut bayaran. Dr. Wahidin Sudirohusodo menyadari bahwa penderitaan rakyat tersebut akibat penjajahan Belanda sehingga rakyat hidup dalam keterbelakangan dan penindasan. Salah satu cara yang dianggap dapat membebaskan rakyat dari penjajahan adalah melalui pendidikan dan konsep inilah yang disadari oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo rakyat harus cerdas. Mencerdaskan rakyat dapat ditempuh dengan pemberian kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah.

Dua pokok pikiran yang menjadi perjuangan Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah:

  1. memperjuangkan adanya kesempatan pendidikan dan pengajaran kepada seluruh rakyat Indonesia secara meluas
  2. memupuk kesadaran kebangsaan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Gagasan perjuangan Dr. Wahidin Sudiohusodo melalui dana pelajar tidak membuahkan hasil. Hal ini yang mendorong Dr. Wahidin Sudirohusodo mengajukan gagasan perjuangannya melalui pendirian organisasi pendidikan kepada para pelajar STOVIA di Jakarta sehingga pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo inilah yang menjadi pelopor pembentukan organisasi pendidikan bernama Budi Utomo di Indonesia.

3. Dr. Cipto Mangunkusumo

Cipto Mangunkusumo (4 Maret 1886 – 8 Maret 1943) merupakan salah satu tokoh dalam masa Pergerakan Nasional.

Cipto Mangunkusumo, bersama kedua reaknnya, Ernest François Eugène (E.F.E.) Douwes Dekker (yang kemudian dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi) dan Suwardi Suryaningrat (yang kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara), merupakan “Tiga Serangkai” pendiri Indische Partij (IP).

Organisasi ini dianggap oleh Belanda berbahaya karena secara terang-terangan menyerukan kemerdekaan Indonesia (atau waktu itu dikenal dengan nama Hindia Belanda).

Akibatnya pemerintah Belanda membubarkan Indische Partij, yang dianggap sebagai organisasi subversif, lalu menangkap tiga serangkai dan mengasingkan mereka ke Belanda.  

Selain itu, Cipto Mangunkusumo menjadi mentor politik Sukarno, yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia. 

4. E.F.E Douwes Dekker

Peran Douwes Dekker dalam pergerakan nasional Indonesia adalah SEBAGAI PERINTIS NASIONALISME sebab ia bersama dengan dua tokoh bangsa lainnya mendirikan INDISCHE PARTIJ atau Partai Hindia yang merupakan partai politik paling pertama di wilayah Hindia Belanda saat itu. Cita-cita utama partai ini sendiri adalah menyebarkan paham nasionalisme (satu bangsa).

Indische Partij didirikan pada Desember tahun 1912 oleh 3 tokoh penting yakni Douwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) dan juga Tjipto Mangoenkoesoemo. Secara singkat partai ini mampu menarik anggota sampai 5000 orang. Indische Partij diterima baik kaum indo, pribumi bahkan juga tionghoa. Sayangnya pergerakan mereka segera dimusuhi Belanda sebab dianggap radikal dan membahayakan.

Indische Partij bisa dibilang sebagai peletak dasar pergerakan nasional bangsa Indonesia yang cita-citanya adalah kemerdekaan Bangsa. Partai ini tegas dalam coraknya yakni anti-kolonial. Dengan demikian maka sudah jelas peran pendirinya termasuk Douwes Dekker sangat penting sebagai peletak awal (perintis) pergerakan nasional.

5. Haji Omar Said Cokroaminoto

Peran Hos Tjokroaminoto bagi perjuangan pergerakan nasional indonesia adalah:

  • HOS Tjokroaminato adalah seorang Guru atau teladan bagi para tokoh-tokoh nasional masa Pergerakan Nasional Seperti Sukarno, Semaun, dan Kartosuwirjo.
  • HOS Tjoroaminoto dianggap sebagai Pemimpin Jawa menggantikan Diponegoro dan Dia juga Pendiri dari organisasi bernama Serikat Dagang Islam.
  • HOS Tjokroaminoto adalah seorang tokoh yang berani menulis petisi ke Ratu Belanda untuk kemerdekaan dari negeri Belanda.
  • HOS Tjokroaminato adalah orang atau pionir yang membuka modernisasi politik kepada warga Indonesia  pada masa pemerintahan Belanda.

Pada masa pemerintahan Belanda, banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin di Indonesia yang berguguran karena terlibat dengan peperangan dengan Bangsa Belanda. Namun HOS Tjokroaminato membuat sebuah gerakan perlawanan dengan cara bukan dengan perang melainkan dengan cara musyawarah dan juga dengan mendirikan sebuah organisasi bersifat keagamaan atau kesukuan untuk mengajak Pemerintah Belanda bermusyawarah dalam memperoleh kemerdekaan.

6. K.H. Samanhudi

Beliau lahir di Laweyan, Solo pada tahun 1868 dari keluarga pedagang. Pada tahun 1905, beliau mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI), organisasi yang menentang Belanda dan memperjuangkan martabat pedagang pribumi. SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 dan pada kongres tahun 1913, beliau terpilih menjadi ketua. KH. Samanhudi juga terlibat dalam gejala politik pasca kemerdekaan dengan membentuk Barisan Pemberontak Indonesia yang melawan Belanda NICA, dan lascar rakyat yang bernama Gerakan Kesatuan Alap-Alap.

7. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin (1903-1962) adalah aktivis kemerdekaan dari Sumatera Barat dan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pemikiran Muhammad Yamin dalam memperjuangkan integrasi bangsa adalah dengan mengusulkan rancangan dasar negara yang kemudian berkembang menjadi Pancasila yang sekarang kita gunakan sebagai dasar Negara.

Dalam pemikirannya yang disampaikan pada sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945, Yamin mengusulkan dasar negara berupa seperti di atas.

Dalam perkembangan sidang BPUPKI, kelima pokok pikiran ini digabungkan dengan pemikiran tokoh lainnya seperti dari Soekarno.

Muhammad Yamin juga bergabung dalam Panitia Sembilan, yang merancang rumusan Pembukaaan Undang-Undang Dasar 1945.

8. K.H.Mas Mansyur

menjadi anggota PPKI, menjadi ketua pusat tenaga rakyat(putera) ,selain itu ia juga aktif dlm pergerakan nasional dg bergabung sebagai anggota persatuan bangsa indonesia(PBI)..MAS mansur kemudian memprakarsai berdirinya Majelis A'la indonesia (MIAI) organisasi ini mrupakan gabungan beberapa organisasi islam yg aktif menggalang kekuatan politik utk melawan pemerintah kolonial belanda dan bergerak bersama GAPI (gabungan politik indonesia).

9. M.Natsir

Mohammad Natsir adalah seorang ulama, politisi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin serta politik Masyumi dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Mohammad Natsir turut memberikan arti dan arah perjuangan kemerdekaan Indonesia secara positif bagi bangsa negara Indonesia.

10. K.H. Hasyim Asyari

KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang tokoh nasional muslim yang lahir pada tanggal 10 April 1875. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari dan Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy’ari memiliki garis keturunan baik dari Sultan Pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

  • Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai tempat penyiaran pendidikan Islam.
  • Mendirikan Jami’yah Nahdlatul Ulama untuk tujuan memegang dengan teguh pada salah satu dari madzhab empat.
  • Ikut aktif dalam perjuangan membebaskan bangsa dari penjajah Belanda.
  • Menolak bintang mas dan perak tanda kehormatan dari Belanda.
  • Membentuk Masyumi sebagai wadah perjuangan.
  • Tetap kuat dan tegar dalam menjalani masa penahanan oleh Jepang yang menjadikan salah satu jari beliau menjadi cacat.
  • Menyerukan Resolusi Jihad.

 11. H. Agus Salim

Peran H. Agus Salim dalam mempertahankan kemerdekaan:
1) menjadi anggota Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan asas dan  tujuan negara merdeka pada 22 Juni 1945
2) menjadi Panitia Penghalus Bahasa rumusan undang-undang bersama Husein Jayadiningrat dan Supomo.
3) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Indonesia merdeka (1945)
4) menjadi Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta (1947 - 1949)
5) menjadi Penasehat Menteri Luar Negeri setelah pengakuan kedaulatan Indonesia (1950 - akhir hayatnya)

12. K.H Ahmad Dahlan

peran ahmad dahlan adalah mengembangkan nilai nilai keagamaan dan mendirikan muhammmadiyah Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam.

13. Ki Hajar Dewantara

Pada masa pergerakan Nasional, para pelajar Indonesia banyak melakukan gerakan Nasionalisme dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di berbagai bidang. Ki. Hadjar Dewanara adalah salah pelajar Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dia adalah salah satu pendiri oganisasi Indische Partij. Beliau adalah tokoh nasionalis yang memperjuangkan bangsa Indonesia di bidang Pendidikan.

Peran Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia pada awal kemerdekaan adalah:

  1. Membuat semboyan Tut Wuri Handayani dalam dunia Pendidikan.
  2. Membuat Tujuan Pendidikan
  3. Mendirikan sekolah Taman Siswa.
  4. Membuat berbagai karya tulis di Bidang Pendidikan.
  5. Menciptakan teori Trikon dalam metode pengajaran dan penyampaian di dunia Pendidikan.
  6. Menciptakan Trisentra Pendidikan, menjelaskan kriteria tempat dalam mengajar pendidikan.
  7. Mendorong semanga Anti Kolonial
14. Syarfrudddin Prawinegara

Syafruddin Prawiranegara (1911-1989) adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan, yang pernah menjadi pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949

PDRI didirikan di Bukittinggi, Sumatera Barat sebagai akibat dari keadaan darurat akibat serangan Belanda dalam Agresi Militer II ke ibukota Indonesia saat itu, Yogyakarta. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan.

Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948. Pada Agresi Militer II, Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, dan menangkap pemimpin Republik Indonesia, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Meski para pimpinan Republik Indonesia tertangkap, perjuangan terus berlanjut, karena Indonesia sudah memiliki rencana dalam kondisi ini. Sesuai rencana, Syafruddin Prawiranegara menjadi presiden sementara di Bukittinggi, dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).  

15. Mr. Mohammad Roem

Muhamad Roem tercatat beberapa kali mewakili Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Perundingan yang pernah diikuti antara lain perjanjian Linggarjati pada tahun 1947, perundingan Renville pada Januari 1948,  Roem - Rooyen pada tanggal 7 Mei 1949, dan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Perundingan Roem-Rooyen tersebut telah membuka jalan bagi diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar dan selanjutnya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada Desember 1949. Dalam perundingan Roem- Rooyen, Mohammad Roem memikul tanggung jawab berat, karena beliau harus mempertahankan wilayah RI agar tidak lebih sempit lagi. Terdapat perbedaan pendapat mengenai Pemerintah Federal Sementara, karena Belanda berpendapat bahwa pemerintah harus dipimpin oleh pejabatpejabat dari Kerajaan Belanda. Sedangkan RI berpendirian bahwa Pemerintah Federal Sementara harus bersifat nasional, sehingga harus terdiri dari orang-orang Indonesia saja. Mohammad Roem juga memperjuangkan hak-hak Indonesia untuk mempertahankan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara lain. Hubungan luar negeri inilah yang sangat diperlukan Indonesia dalam menggalang dukungan dari berbagai negara terhadap kemerdekaan Indonesia. Memang benar bahwa dengan proklamasi kemerdekaan, maka Indonesia sebagai negara merdeka telah memenuhi syarat adanya wilayah, pemerintahan dan rakyat. Namun tidak kalah pentingnya adalah syarat kemampuan melakukan hubungan dengan negara-negara lain, yang tentunya menuntut adanya pengakuan dari negara- negara lain. 

Selasa, 13 Oktober 2020

Nilai Hasil PTS kelas XII IPS 1

Assalamualaikum wr.wb

Selamat pagi anak-anak gimana kabarnya semoga sehat selalu ya, jangan lupa menjalanan kewajiban kita sebagai seorang muslim agar selalu dalam lindungan Allah SWT. amiiin

 bagi yang tidak ada nilainya harap konfirmasi ke guru pelajarannya.


Hasil Nilai PTS kls XI IPS 2

 Assalamualaikum wr.wb

Selamat pagi anak-anak gimana kabarnya semoga sehat selalu ya, jangan lupa menjalanan kewajiban kita sebagai seorang muslim agar selalu dalam lindungan Allah SWT. amiiin


Senin, 12 Oktober 2020

Materi Kelas XI 1-5

Assalamualaikum selamat pagi anak anak yan ku cintai.

sebelum kita memulai pembelajaran hari ini alangkah baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu dan jangan lupa untuk selalu Sholat karna sholat adalah tiang agama.

bab. 5 Peranan Tokoh Nasional dan Daerah dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

1. Dr. Sutomo

Dr. Soetomo perannya dalam kebangkitan nasional adalah tokoh pendiri organisasi Budi Utomo yaitu organisasi pergerakan pertama di Indonesia. 

Organisasi ini awalnya dibangun karena ia bersama kawan-kawan dari STOVIA memperkenalkan ide untuk memberikan bantuan dana bagi para pelajar pribumi berprestasi tapi miskin.

Sehingga ide ini berkembang dengan bergabungnya sekelompok priyayi Jawa untuk mendirikan Boedi Oetomo.

2. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan cendekiawan Indonesia yang sangat cerdas. Beliau merupakan seorang dokter lulusan STOVIA ( School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau diartikan sebagai Sekolah Pendidikan Dokter Hindia dalam bahasa Indonesia. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan sosok yang sangat senang bergaul dengan rakyat biasa, sehingga beliau mengerti penderitaan yang dialami rakyat sehingga beliau seringkali mengobati rakyat tanpa memungut bayaran. Dr. Wahidin Sudirohusodo menyadari bahwa penderitaan rakyat tersebut akibat penjajahan Belanda sehingga rakyat hidup dalam keterbelakangan dan penindasan. Salah satu cara yang dianggap dapat membebaskan rakyat dari penjajahan adalah melalui pendidikan dan konsep inilah yang disadari oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo rakyat harus cerdas. Mencerdaskan rakyat dapat ditempuh dengan pemberian kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah.

Dua pokok pikiran yang menjadi perjuangan Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah:

  1. memperjuangkan adanya kesempatan pendidikan dan pengajaran kepada seluruh rakyat Indonesia secara meluas
  2. memupuk kesadaran kebangsaan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Gagasan perjuangan Dr. Wahidin Sudiohusodo melalui dana pelajar tidak membuahkan hasil. Hal ini yang mendorong Dr. Wahidin Sudirohusodo mengajukan gagasan perjuangannya melalui pendirian organisasi pendidikan kepada para pelajar STOVIA di Jakarta sehingga pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo inilah yang menjadi pelopor pembentukan organisasi pendidikan bernama Budi Utomo di Indonesia.

3. Dr. Cipto Mangunkusumo

Cipto Mangunkusumo (4 Maret 1886 – 8 Maret 1943) merupakan salah satu tokoh dalam masa Pergerakan Nasional.

Cipto Mangunkusumo, bersama kedua reaknnya, Ernest François Eugène (E.F.E.) Douwes Dekker (yang kemudian dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi) dan Suwardi Suryaningrat (yang kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara), merupakan “Tiga Serangkai” pendiri Indische Partij (IP).

Organisasi ini dianggap oleh Belanda berbahaya karena secara terang-terangan menyerukan kemerdekaan Indonesia (atau waktu itu dikenal dengan nama Hindia Belanda).

Akibatnya pemerintah Belanda membubarkan Indische Partij, yang dianggap sebagai organisasi subversif, lalu menangkap tiga serangkai dan mengasingkan mereka ke Belanda.  

Selain itu, Cipto Mangunkusumo menjadi mentor politik Sukarno, yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia. 

4. E.F.E Douwes Dekker

Peran Douwes Dekker dalam pergerakan nasional Indonesia adalah SEBAGAI PERINTIS NASIONALISME sebab ia bersama dengan dua tokoh bangsa lainnya mendirikan INDISCHE PARTIJ atau Partai Hindia yang merupakan partai politik paling pertama di wilayah Hindia Belanda saat itu. Cita-cita utama partai ini sendiri adalah menyebarkan paham nasionalisme (satu bangsa).

Indische Partij didirikan pada Desember tahun 1912 oleh 3 tokoh penting yakni Douwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) dan juga Tjipto Mangoenkoesoemo. Secara singkat partai ini mampu menarik anggota sampai 5000 orang. Indische Partij diterima baik kaum indo, pribumi bahkan juga tionghoa. Sayangnya pergerakan mereka segera dimusuhi Belanda sebab dianggap radikal dan membahayakan.

Indische Partij bisa dibilang sebagai peletak dasar pergerakan nasional bangsa Indonesia yang cita-citanya adalah kemerdekaan Bangsa. Partai ini tegas dalam coraknya yakni anti-kolonial. Dengan demikian maka sudah jelas peran pendirinya termasuk Douwes Dekker sangat penting sebagai peletak awal (perintis) pergerakan nasional.

5. Haji Omar Said Cokroaminoto

Peran Hos Tjokroaminoto bagi perjuangan pergerakan nasional indonesia adalah:

  • HOS Tjokroaminato adalah seorang Guru atau teladan bagi para tokoh-tokoh nasional masa Pergerakan Nasional Seperti Sukarno, Semaun, dan Kartosuwirjo.
  • HOS Tjoroaminoto dianggap sebagai Pemimpin Jawa menggantikan Diponegoro dan Dia juga Pendiri dari organisasi bernama Serikat Dagang Islam.
  • HOS Tjokroaminoto adalah seorang tokoh yang berani menulis petisi ke Ratu Belanda untuk kemerdekaan dari negeri Belanda.
  • HOS Tjokroaminato adalah orang atau pionir yang membuka modernisasi politik kepada warga Indonesia  pada masa pemerintahan Belanda.

Pada masa pemerintahan Belanda, banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin di Indonesia yang berguguran karena terlibat dengan peperangan dengan Bangsa Belanda. Namun HOS Tjokroaminato membuat sebuah gerakan perlawanan dengan cara bukan dengan perang melainkan dengan cara musyawarah dan juga dengan mendirikan sebuah organisasi bersifat keagamaan atau kesukuan untuk mengajak Pemerintah Belanda bermusyawarah dalam memperoleh kemerdekaan.

6. K.H. Samanhudi

Beliau lahir di Laweyan, Solo pada tahun 1868 dari keluarga pedagang. Pada tahun 1905, beliau mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI), organisasi yang menentang Belanda dan memperjuangkan martabat pedagang pribumi. SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 dan pada kongres tahun 1913, beliau terpilih menjadi ketua. KH. Samanhudi juga terlibat dalam gejala politik pasca kemerdekaan dengan membentuk Barisan Pemberontak Indonesia yang melawan Belanda NICA, dan lascar rakyat yang bernama Gerakan Kesatuan Alap-Alap.

7. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin (1903-1962) adalah aktivis kemerdekaan dari Sumatera Barat dan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pemikiran Muhammad Yamin dalam memperjuangkan integrasi bangsa adalah dengan mengusulkan rancangan dasar negara yang kemudian berkembang menjadi Pancasila yang sekarang kita gunakan sebagai dasar Negara.

Dalam pemikirannya yang disampaikan pada sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945, Yamin mengusulkan dasar negara berupa seperti di atas.

Dalam perkembangan sidang BPUPKI, kelima pokok pikiran ini digabungkan dengan pemikiran tokoh lainnya seperti dari Soekarno.

Muhammad Yamin juga bergabung dalam Panitia Sembilan, yang merancang rumusan Pembukaaan Undang-Undang Dasar 1945.

8. K.H.Mas Mansyur

menjadi anggota PPKI, menjadi ketua pusat tenaga rakyat(putera) ,selain itu ia juga aktif dlm pergerakan nasional dg bergabung sebagai anggota persatuan bangsa indonesia(PBI)..MAS mansur kemudian memprakarsai berdirinya Majelis A'la indonesia (MIAI) organisasi ini mrupakan gabungan beberapa organisasi islam yg aktif menggalang kekuatan politik utk melawan pemerintah kolonial belanda dan bergerak bersama GAPI (gabungan politik indonesia).

9. M.Natsir

Mohammad Natsir adalah seorang ulama, politisi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin serta politik Masyumi dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Mohammad Natsir turut memberikan arti dan arah perjuangan kemerdekaan Indonesia secara positif bagi bangsa negara Indonesia.

10. K.H. Hasyim Asyari

KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang tokoh nasional muslim yang lahir pada tanggal 10 April 1875. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari dan Ibunya bernama Halimah. KH. Hasyim Asy’ari memiliki garis keturunan baik dari Sultan Pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke Raja Hindu Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng).

  • Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng sebagai tempat penyiaran pendidikan Islam.
  • Mendirikan Jami’yah Nahdlatul Ulama untuk tujuan memegang dengan teguh pada salah satu dari madzhab empat.
  • Ikut aktif dalam perjuangan membebaskan bangsa dari penjajah Belanda.
  • Menolak bintang mas dan perak tanda kehormatan dari Belanda.
  • Membentuk Masyumi sebagai wadah perjuangan.
  • Tetap kuat dan tegar dalam menjalani masa penahanan oleh Jepang yang menjadikan salah satu jari beliau menjadi cacat.
  • Menyerukan Resolusi Jihad.

 11. H. Agus Salim

Peran H. Agus Salim dalam mempertahankan kemerdekaan:
1) menjadi anggota Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan asas dan  tujuan negara merdeka pada 22 Juni 1945
2) menjadi Panitia Penghalus Bahasa rumusan undang-undang bersama Husein Jayadiningrat dan Supomo.
3) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Indonesia merdeka (1945)
4) menjadi Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II serta menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Hatta (1947 - 1949)
5) menjadi Penasehat Menteri Luar Negeri setelah pengakuan kedaulatan Indonesia (1950 - akhir hayatnya)

12. K.H Ahmad Dahlan

peran ahmad dahlan adalah mengembangkan nilai nilai keagamaan dan mendirikan muhammmadiyah Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam.

13. Ki Hajar Dewantara

Pada masa pergerakan Nasional, para pelajar Indonesia banyak melakukan gerakan Nasionalisme dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di berbagai bidang. Ki. Hadjar Dewanara adalah salah pelajar Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dia adalah salah satu pendiri oganisasi Indische Partij. Beliau adalah tokoh nasionalis yang memperjuangkan bangsa Indonesia di bidang Pendidikan.

Peran Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia pada awal kemerdekaan adalah:

  1. Membuat semboyan Tut Wuri Handayani dalam dunia Pendidikan.
  2. Membuat Tujuan Pendidikan
  3. Mendirikan sekolah Taman Siswa.
  4. Membuat berbagai karya tulis di Bidang Pendidikan.
  5. Menciptakan teori Trikon dalam metode pengajaran dan penyampaian di dunia Pendidikan.
  6. Menciptakan Trisentra Pendidikan, menjelaskan kriteria tempat dalam mengajar pendidikan.
  7. Mendorong semanga Anti Kolonial
14. Syarfrudddin Prawinegara

Syafruddin Prawiranegara (1911-1989) adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan, yang pernah menjadi pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949

PDRI didirikan di Bukittinggi, Sumatera Barat sebagai akibat dari keadaan darurat akibat serangan Belanda dalam Agresi Militer II ke ibukota Indonesia saat itu, Yogyakarta. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan.

Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948. Pada Agresi Militer II, Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, dan menangkap pemimpin Republik Indonesia, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Meski para pimpinan Republik Indonesia tertangkap, perjuangan terus berlanjut, karena Indonesia sudah memiliki rencana dalam kondisi ini. Sesuai rencana, Syafruddin Prawiranegara menjadi presiden sementara di Bukittinggi, dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).  

15. Mr. Mohammad Roem

Muhamad Roem tercatat beberapa kali mewakili Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Perundingan yang pernah diikuti antara lain perjanjian Linggarjati pada tahun 1947, perundingan Renville pada Januari 1948, Roem - Rooyen pada tanggal 7 Mei 1949, dan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Perundingan Roem-Rooyen tersebut telah membuka jalan bagi diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar dan selanjutnya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada Desember 1949. Dalam perundingan Roem- Rooyen, Mohammad Roem memikul tanggung jawab berat, karena beliau harus mempertahankan wilayah RI agar tidak lebih sempit lagi. Terdapat perbedaan pendapat mengenai Pemerintah Federal Sementara, karena Belanda berpendapat bahwa pemerintah harus dipimpin oleh pejabatpejabat dari Kerajaan Belanda. Sedangkan RI berpendirian bahwa Pemerintah Federal Sementara harus bersifat nasional, sehingga harus terdiri dari orang-orang Indonesia saja. Mohammad Roem juga memperjuangkan hak-hak Indonesia untuk mempertahankan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara lain. Hubungan luar negeri inilah yang sangat diperlukan Indonesia dalam menggalang dukungan dari berbagai negara terhadap kemerdekaan Indonesia. Memang benar bahwa dengan proklamasi kemerdekaan, maka Indonesia sebagai negara merdeka telah memenuhi syarat adanya wilayah, pemerintahan dan rakyat. Namun tidak kalah pentingnya adalah syarat kemampuan melakukan hubungan dengan negara-negara lain, yang tentunya menuntut adanya pengakuan dari negara- negara lain. 

Materi sejarah

Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 BAB 4 PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA  DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN DEMOKRASI LIB...