Kamis, 22 September 2022

Kisisi soal PTS ganjil

 Kisi kisi PTS sejarah

1.Latar belakang khusus bangsa Barat datang ke Indonesia yaitu:

a. Berbagai penemuan di bidang teknologi
b. Semangat melanjutkan perang salib
c. Gold, glory, dan gospel
d. Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan Turkin Usmani pada 1453
e. Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan Turkin Usmani pada 1353
Jawaban: D
2. Tokoh berikut merupakan seorang dari Portugis yang berhasil sampai dan menguasai Malaka pada tahun 1511, Siapakah tokoh tersebut?
a. Vasco Da Gama
b. Alfonso de Albuquerque
c. Bartholomeus Diaz
d. Marco Polo
e. Magellan
Jawaban: B
3. Bangsa Eropa yang pertama kali melakukan penjelajahan samudra adalah...
a. Inggris
b. Belanda
c. Portugis
d. Italia
e. Spanyol
Jawaban: E
4. Cornelis De Hautman adalah sosok penjelajah dari negara..... yang berhasil singgah di Banten pada tahun.....
a. Inggris, 1500
b. Belanda, 1596
c. Portugis, 1569
d. Italia, 1659
e. Spanyol, 1596
Jawaban: B
5. Berikut ini merupakan hak dan kewenangan VOC, antara lain kecuali...
a. Membentuk angkatan perang sendiri
b. Melakukan peperarangan
c. Memerintah di negeri jajahan
d. Mengangkat pegawai sendiri
e. Membangun benteng-benteng pertahanan baru
Jawaban: E
6. Gubernur Jendral pertama VOC yaitu..
a. Pieter Both
b. Herman Williem Daendels
c. Janssen
d. Willem Janz
e. Bartholomeus Diaz
Jawaban: A
7. Kemaharajaan VOC ternyata tidak selamanya bisa berjaya, VOC mengalami kebangkrutan dan akhirnya di bubarkan, salah satu penyebabnya adalah tingkat korupsi di kalangan anggota VOC yang merajarela, sehingga VOC bangkrut. Pada tahun berapa VOC dibubarkan...
a. 31 Desember 1789
b. 31 Desember 1798
c. 31 Desember 1799
d. 31 Desember 1800
e. 31 Desember 1801
Jawaban: C
8. Tugas utama Daendels di Pulau Jawa adalah..
a. Mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai oleh Belanda
b. Mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai oleh Inggris
c. Mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai oleh Spanyol
d. Mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai oleh Portugis
e. Mempertahankan Jawa agar tidak dikuasai oleh Jerman
Jawaban: B
9. Berikut adalah beberapa kebijakan yang dijalankan Raffles di Nusantara yaitu
(1)Pelaksanaan sistem sewa tanah (land rent)
(2)penghapusan kerja rodi dan perbudakan
(3)penghapusan sistem monopoli
(4)Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran dunia
(5)Melakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta
Kebijakan dan tindakan di bidang ekonomi yang di jalankan Raffles adalah...
a. 1-2-3
b. 1-3-5
c. 2-3-4
d. 2-3-5
e. 3-4-5
Jawaban: A
10. Culturstelsel telah menyengsarakan rakyat Indonesia pada waktu itu. Gubernur Jendral Hindia Belanda yang menerapkan culturstelsel atau sistem tanam paksa yaitu
a. Pieter Both
b. Herman W Daendels
c. Thomas Stamford Raffles
d. Van Den Bosch
e. Janssen
Jawaban: D
Nah itu lah beberapa soal contoh PTS untuk sejarah Indonesia kelas XI semester 1 di Bab Kolonialisme dan Imperialisme. Semoga contoh soal PTS tersebut bisa memotifasi untuk belajar sejarah Indonesia kembali. Selamat menjalankan PTS.***















 

 

Tags

Terkini

2 Definisi Manajemen Humas Menurut Ahli

Senin, 19 September 2022 | 07:00 WIB

Cerita Inspiratif Kehidupan: Kisah Keledai dan Petani

Jumat, 16 September 2022 | 13:10 WIB

Kamis, 25 Agustus 2022

Sejarah hari ini

 

Bab 2:
Materi sejarah Indonesia

Nama sekolah :SMA Al azhar3
Kelas                :xi
Guru mapel.    : Sumono.spd

Kd. 3.2.Perang Melawan Kolonialisme dan Imperialisme

Antique illustration of the first Italo-Ethiopian war (1895-1896): Adua (Adwa) battle
Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus bersatu, Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus membinasakan imperialisme dan kapitalisme H.A. Notosoetardjo -Bung Karno dihadapan Pengadilan Kolonial (1963)

A. Perang Melawan Hegemoni dan Keserakahan Kongsi Dagang
1. Aceh Versus Portugis dan VOC
Perkembangan Aceh yang begitu pesat ini dipandang oleh Portugis sebagai ancaman. Oleh karena itu, Portugis berupaya untuk menghancurkan Aceh. Pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke Aceh. Kembali Portugis tahun berikutnya melancarkan serangan ke Aceh. Beberapa serangan Portugis ini mengalami kegagalan.

2. Maluku Angkat Senjata
Portugis berhasil memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka memusatkan aktivitasnya di Ternate. Tidak lama berselang orangorang Spanyol juga memasuki Kepulauan Maluku dengan memusatkan kedudukannya di Tidore. Terjadilah persaingan antara kedua belah pihak.

3. Sultan Agung Versus J.P. Coen
Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Cita-cita Sultan Agung antara lain: (1) mempersatukan seluruh tanah Jawa, dan (2) mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara.

4. Perlawanan Banten
Banten memiliki posisi yang strategis sebagai bandar perdagangan internasional. Oleh karena itu, sejak semula Belanda ingin menguasai Banten, tetapi tidak pernah berhasil. Akhirnya VOC membangun Bandar di Batavia pada tahun 1619. Terjadi persaingan antara Banten dan Batavia memperebutkan posisi sebagai bandar perdagangan internasional. Oleh karena itu, rakyat Banten sering melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

Rabu, 24 Agustus 2022

Materi kelas xi

 

Bab 2:
Materi sejarah Indonesia

Nama sekolah :SMA Al azhar3
Kelas                :xi
Guru mapel.    : Sumono.spd

Kd. 3.2.Perang Melawan Kolonialisme dan Imperialisme

Antique illustration of the first Italo-Ethiopian war (1895-1896): Adua (Adwa) battle
Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus bersatu, Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus membinasakan imperialisme dan kapitalisme H.A. Notosoetardjo -Bung Karno dihadapan Pengadilan Kolonial (1963)

A. Perang Melawan Hegemoni dan Keserakahan Kongsi Dagang
1. Aceh Versus Portugis dan VOC
Perkembangan Aceh yang begitu pesat ini dipandang oleh Portugis sebagai ancaman. Oleh karena itu, Portugis berupaya untuk menghancurkan Aceh. Pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke Aceh. Kembali Portugis tahun berikutnya melancarkan serangan ke Aceh. Beberapa serangan Portugis ini mengalami kegagalan.

2. Maluku Angkat Senjata
Portugis berhasil memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521. Mereka memusatkan aktivitasnya di Ternate. Tidak lama berselang orangorang Spanyol juga memasuki Kepulauan Maluku dengan memusatkan kedudukannya di Tidore. Terjadilah persaingan antara kedua belah pihak.

3. Sultan Agung Versus J.P. Coen
Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Cita-cita Sultan Agung antara lain: (1) mempersatukan seluruh tanah Jawa, dan (2) mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara.

4. Perlawanan Banten
Banten memiliki posisi yang strategis sebagai bandar perdagangan internasional. Oleh karena itu, sejak semula Belanda ingin menguasai Banten, tetapi tidak pernah berhasil. Akhirnya VOC membangun Bandar di Batavia pada tahun 1619. Terjadi persaingan antara Banten dan Batavia memperebutkan posisi sebagai bandar perdagangan internasional. Oleh karena itu, rakyat Banten sering melakukan serangan-serangan terhadap VOC.

Baca Juga: Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 2 Mempelajari Teks Eksplanasi
5. Perlawanan Gowa
Kerajaan Gowa merupakan salah satu kerajaan yang sangat terkenal di Nusantara. Pusat pemerintahannya berada di Somba Opu yang sekaligus menjadi pelabuhan Kerajaan Gowa.

6. Rakyat Riau Angkat Senjata
Ambisi untuk melakukan monopoli perdagangan dan menguasai berbagai daerah di Nusantara terus dilakukan oleh VOC. Di samping menguasai Malaka, VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau.

7. Pemberontakan Orang Cina di Batavia
Sejak abad ke-5 orang-orang Cina sudah mengadakan hubungan dagang ke Jawa dan jumlahnya pun semakin banyak. Pada masa perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam banyak pedagang Cina yang tinggal di daerah pesisir, yang menikah dengan penduduk Jawa khususnya ke Batavia.

8. Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said
Perlawanan terhadap VOC di Jawa kembali terjadi. Perlawanan ini dipimpin oleh bangsawan kerajaan yakni Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said. Perlawanan berlangsung sekitar 20 tahun.

B. Perang Melawan Penjajahan Belanda
1. Perang Tondano
a) Perang Tondano I (1808)

Sekalipun hanya berlangsung sekitar satu tahun Perang Tondano terjadi dalam dua tahap. Perang Tondano I terjadi pada masa kekuasaan VOC. Pada saat datangnya bangsa Barat, orang-orang Spanyol sudah sampai di tanah Minahasa (Tondano) Sulawesi Utara.

b) Perang Tondano II (1809)

Perang Tondano II sebenarnya sudah terjadi ketika memasuki abad ke-19, yakni pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

2. Perang Pattimura (1817)
Maluku dengan hasil rempah-rempahnya diibaratkan bagaikan “mutiara dari timur”. Kekayaan yang diibaratkan bagaikan “mutiara dari timur” itu, senantiasa diburu oleh orang-orang Eropa.

3. Perang Padri
Perang Padri terjadi di tanah Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1821–1837. Perang ini digerakkan oleh para pembaru Islam.

Perang Padri di Sumatera Barat ini dapat dibagi dalam tiga fase.

Fase Pertama (1821-1825)
Fase Kedua (1825-1830)
Fase ketiga (1830 – 1837/1838)
Baca Juga: Materi Seni Budaya Kelas 11 Bab 9 Part 2 Pertunjukkan Musik Barat
4. Perang Diponegoro
Memasuki abad ke-19, keadaan di Jawa khususnya di Surakarta dan Yogyakarta semakin memprihatinkan.

Pada tanggal 17 Oktober 1829 ditandatangani Perjanjian Imogiri antara Sentot Prawirodirjo dengan pihak Belanda. Isi perjanjian itu antara lain sebagai berikut.

Sentot Prawirodirjo diizinkan untuk tetap memeluk agama Islam.
Pasukan Sentot Prawirodirjo tidak dibubarkan dan ia tetap sebagai pemimpinnya.
Sentot Prawirodirjo dengan pasukannya diizinkan untuk tetap memakai sorban.
Sebagai kelanjutan perjanjian itu, maka pada tanggal 24 Oktober 1829 Sentot Prawirodirjo dengan pasukannya memasuki ibu kota negeri Yogyakarta untuk secara resmi menyerahkan diri.
5. Perlawanan di Bali
Pada abad ke-19 di Bali sudah berkembang kerajaan-kerajaan yang berdaulat. Misalnya Kerajaan Buleleng, Karangasem, Klungkung, Gianyar, Badung, Jembrana, Tabanan, Menguri, dan Bangli.

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, pemerintah kolonial mulai menjalin kontak dengan kerajaan-kerajaan di Bali. Kontrak tersebut tidak sekadar urusan dagang, tetapi juga menyangkut sewa menyewa orang-orang Bali untuk dijadikan tentara pemerintah Hindia BeIanda.

6. Perang Banjar
Di Kalimantan Selatan pernah berkembang Kerajaan Banjar atau Banjarmasin. Wilayah Kesultanan Banjarmasin ini pada abad ke-19 meliputi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sekarang.

Aceh memiliki kedudukan yang strategis. Aceh menjadi pusat perdagangan. Daerahnya luas dan memiliki hasil penting seperti lada, hasil tambang, serta hasil hutan. Karena itu dalam rangka mewujudkan Pax Neerlandica, Belanda sangat berambisi untuk menguasai Aceh.

Pertemuan di Kandangan menghasilkan kesepakatan yang intinya para pemimpin pejuang Perang Banjar menolak tawaran berunding dengan Belanda, dengan merumuskan beberapa siasat perlawanan sebagai berikut:

pemusatan kekuatan perlawanan di daerah Amuntai;
membuat dan memperkuat pertahanan di Tanah Laut, Martapura, Rantau dan Kandangan;
Pangeran Antasari memperkuat pertahanan di Dusun Atas; dan
mengusahakan tambahan senjata.
Baca Juga: Materi PKN Kelas 11 Bab 4 Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
7. Perang Aceh
Aceh ibarat Serambi Mekah merupakan daerah dan kerajaan yang berdaulat. Rakyat bebas beraktivitas, beribadah, dan berdagang dengan siapa saja, di mana saja. Tetapi kedaulatan mulai terganggu karena keserakahan dan dominasi Belanda.

Snouck Hurgronje mengusulkan beberapa cara untuk melawan perjuangan rakyat Aceh. Beberapa usulan itu adalah sebagai berikut:
perlu memecah belah persatuan dan kekuatan masyarakat Aceh
menghadapi kaum ulama yang fanatik dalam memimpin perlawanan harus dengan kekerasan
bersikap lunak terhadap kaum bangsawan dan keluarganya dan diberi kesempatan untuk masuk ke dalam korps pamong praja
8. Perang Batak
Batak merupakan nama kawasan sekaligus nama suku, Suku Batak. Ada beberapa kelompok Batak misalnya ada Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, dan Batak Pakpak.

Batak sebenarnya berada di daerah-daerah kompleks perkampungan yang disebut dengan huta. Huta adalah bentuk kesatuan ikatan-ikatan kampung yang dalam berbagai aspek kehidupan berdiri sendiri-sendiri.

Selasa, 02 Agustus 2022

Materi kls xi

 Materi sejarah kelas xi

Nama sekolah : SMA Al azhar3

Mapel sejarah : sejarah Indonesia

KD : kolonialisme dan imperialisme


Petualangan, Penjelajahan, dan Pere“utan Hegemoni

Bertahun-tahun lamanya Laut Tengah menjadi pusat perdagangan internasional antara para

pedagang dari Barat/Eropa dan Timur. Salah satu kota pusat perdagangan itu yang terkenal

adalah Konstantinopel. Banyak jenis komoditas di pasar Konstantinopel.

a) Portugis

Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah baru, membuat penasaran raja Portugis

(sekarang terkenal dengan sebutan Portugal), Manuel l. Raja Portugis tersebut kemudian

memanggil pelaut ulung Portugis bernama Vasco da Gama untuk melakukan ekspedisi

menjelajahi samudra mencari Tanah Hindia yang merupakan daerah penghasil rempahrempah.

“) Spanyol

Sebelum orang-orang Portugis berangkat memulai penjelajahan samudra, sebenarnya sudah

lebih dulu Spanyol berangkat berlayar mencari tempat penghasil rempah-rempah.

Orang-orang Spanyol dan Portugis dapat dikatakan sebagai pelopor dalam pelayaran dan

penjelajahan samudra untuk mencari daerah baru penghasil rempah-rempah di timur

(disebut Tanah Hindia).

”) Belanda

Portugis sudah memasuki wilayah Kepulauan Nusantara tahun 1511, kemudian sampai ke

Maluku tahun 1521. Begitu juga Spanyol memasuki Maluku pada tahun 1521.

d) Inggris

Perlu dipahami bahwa setelah Portugis berhasil sampai di kepulauan Maluku, aktif

mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Kedatangan Portugis ini telah

mendorong perdagangan rempah-rempah semakin meluas.

B. Kekuasaan Kongsi Dagang VOC

Lahirnya VOC

Seperti telah dijelaskan di muka bahwa tujuan kedatangan orang-orang Eropa ke dunia

timur antara lain untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan.


Selasa, 26 Juli 2022

Materi kls xii

 

Kolonialisme dan Imperialisme

Saat ini, Dapat dirasakan bahwa kemandirian dan kekuatan ekonomi Indonesia masih lemah.Hal ini karena pengaruh kekuatan asing dan hutang luar negeri yang tidak sedikit. Begitu juga kalau mencermati perkembangan budaya dan gaya hidup sebagian generasi mudakita justru lebih bangga dan menyenangi budaya dari Barat.

Kalau kita renungkan berbagai masalah tersebut berakar dari berkembangnya kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia sejak abad ke-17.Nah, mulai saat itu kita tidak memiliki kemandirian dan kedaulatan baik secara ekonomi, politik maupun budaya. Maka di bab ini akan dibahas mengenai sejarah Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

A.Melacak Perburuan “Mutiara dari Timur”

Perlu disadari bahwa Nusantara merupakan kepulauan yang sangat kaya dan indah.Bagaikan “mutiara dari timur”, Nusantara atau Kepulauan Indonesia memiliki flora dan fauna yang sangat berwarna-warni, hasil dan persediaan tambang ada di mana-mana, begitu juga hasil pertanian dan perkebunan melimpah dengan hasil rempah-rempah.

1.Memahami Motivasi, Nafsu, dan Kejayaan Barat

Di dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya masa penjelajahan samudra.Aktivitas penjelajahan samudra ini dalam rangka untuk menemukan dunia baru. Aktivitas penemuan dunia baru ini tidak terlepas dari motivasi dan keinginannya untuk survive, memenuhi kepuasan dan kejayaan dalam kehidupan di dunia. Bahkan bukan sekedar motivasi, tetapi juga muncul nafsu untuk menguasai dunia baru itu demi memperoleh keuntungan ekonomi dan kejayaan politik.

2.Menganalisis Petualangan, Penjelajahan dan Penemuan Dunia Baru

Salah satu faktor yang membuat bangsa Barat menjelajah adalah takluknya Konstantinopel ke tangan islam. Sebab, hal ini menjadikan harga rempah-rempah melambung tinggi.Karena itulah mereka berkelana mencari rempah-rempah.Seiring berjalannya waktu, tujuan mereka tidak hanya untuk rempah-rempah, tetapi ada tujuan yang lebih luas. Tujuannya antara lain:

Rabu, 20 Juli 2022

Materi sejarah kls xii

 Bahan ajar


Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Sebelum lebih jauh, ada baiknya jika kamu memahami dulu, apa sih yang dimaksud dengan kolonialisme dan imperialisme? Hal apa saja yang melatari ke duanya terjadi di Indonesia? Simak penjelasan berikut:

Kolonialisme berasal dari kata “colonus” yang memiliki arti menguasai. Kolonialisme memiliki arti upaya sebuah negara untuk mengembangkan kekuasaannya di luar wilayah kekuasaan negara tersebut. Kolonialisme memiliki tujuan mencapai dominasi kekuatan dalam bidang ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan politik.

Wilayah koloni biasanya merupakan wilayah-wilayah yang memiliki kekayaan bahan mentah yang dibutuhkan oleh negara yang melakukan kolonialisme. Dalam kolonialisme, ada kepercayaan bahwa bangsa yang melakukan kolonialisasi jauh lebih superior dari bangsa yang dikoloni.

Sementara imperialisme berasal dari kata “imperium” dalam bahasa Latin, yang berarti kekuasaan tertinggi, kedaulatan, atau sekadar kekuasaan. Imperialisme merupakan kebijakan atau ideologi untuk memperluas kekuasaan atas negara lain dan penduduk asli negara tersebut, dengan tujuan memperluas akses politik dan ekonomi, kekuasaan dan kontrol, dan seringkali dilakukan dengan menggunakan kekuatan militer.

Perbedaan kolonialisme dan imperialisme terletak pada tujuannya. Kolonialisme berfokus pada penguasaan suatu wilayah dengan sumber daya alam tertentu untuk dibawa ke negeri asal penjajah. Sementara imperialisme berfokus dalam penguasaan politik dan pemerintahan

Selasa, 19 Juli 2022

Materi sejarah kelas xi

 Materi sejarah kelas xi

Nama sekolah : SMA Al azhar3

Mapel sejarah : sejarah Indonesia

KD : kolonialisme dan imperialisme


Petualangan, Penjelajahan, dan Pere“utan Hegemoni

Bertahun-tahun lamanya Laut Tengah menjadi pusat perdagangan internasional antara para

pedagang dari Barat/Eropa dan Timur. Salah satu kota pusat perdagangan itu yang terkenal

adalah Konstantinopel. Banyak jenis komoditas di pasar Konstantinopel.

a) Portugis

Berita keberhasilan Columbus menemukan daerah baru, membuat penasaran raja Portugis

(sekarang terkenal dengan sebutan Portugal), Manuel l. Raja Portugis tersebut kemudian

memanggil pelaut ulung Portugis bernama Vasco da Gama untuk melakukan ekspedisi

menjelajahi samudra mencari Tanah Hindia yang merupakan daerah penghasil rempahrempah.

“) Spanyol

Sebelum orang-orang Portugis berangkat memulai penjelajahan samudra, sebenarnya sudah

lebih dulu Spanyol berangkat berlayar mencari tempat penghasil rempah-rempah.

Orang-orang Spanyol dan Portugis dapat dikatakan sebagai pelopor dalam pelayaran dan

penjelajahan samudra untuk mencari daerah baru penghasil rempah-rempah di timur

(disebut Tanah Hindia).

”) Belanda

Portugis sudah memasuki wilayah Kepulauan Nusantara tahun 1511, kemudian sampai ke

Maluku tahun 1521. Begitu juga Spanyol memasuki Maluku pada tahun 1521.

d) Inggris

Perlu dipahami bahwa setelah Portugis berhasil sampai di kepulauan Maluku, aktif

mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Kedatangan Portugis ini telah

mendorong perdagangan rempah-rempah semakin meluas.

B. Kekuasaan Kongsi Dagang VOC

Lahirnya VOC

Seperti telah dijelaskan di muka bahwa tujuan kedatangan orang-orang Eropa ke dunia

timur antara lain untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan.


Senin, 18 Juli 2022

Sejarah kelas xii


Bahan Ajar Sejarah SMA Kelas XII IPA semester 1

Nama sekolah : SMA Al Azhar 3

Mata pelajaran: Sejarah Indonesia

 Nama guru.     : Sumono, SPd

Standar Kompetensi :

Merekonstruksi perjuangan bangsa Indonesia sejak masa Proklamasi sampai masa Reformasi

Kompetensi Dasar

Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru

A.    Proses Pertumbuhan Serta Mobilitas Penduduk Pada Masa Orde Baru


1.      Pengertian Orde Baru


Orde Baru adalah suatu tatanan seluruh perkehidupan rakyat, bangsa, dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan Pancasila dan UUD 194 secara murni dan konsekuen.Lahirnya Orde Baru diawali dengan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966.Dengan demikian Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) sebagai tonggak lahirnya Orde Baru.


Advertisements


REPORT THIS AD


2.      Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966


Pada tanggal 11 Maret 1966 di Istana Negara diadakan Sidang Kabinet Dwikora yang telah disempurnakan yang dipimpin langsung oleh Presiden Soekarno dengan tujuan untuk mencari jalan keluar terbaik agar dapat menyelesaikan krisis yang memuncak secara bijak. Ketika siding tengah berlangsung, ajudan presiden melaporkan bahwa di sekitar istana terdapat pasukan yang tidak dikenal. Untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, maka Presiden Soekarno menyerahkan pimpinan siding kepada Waperdam II (Wakil Perdana Menteri II) Dr J. Laimena. Dengan helicopter, Presiden Soekarno didampingi Waperdam I, Dr Subandrio, dan Waperdam II Chaerul Saleh menuju Istana Bogor.Seusai siding kabinet, Dr J. Laimena pun menyusul ke Bogor.


Tiga orang perwira tinggi yaitu Mayor Jenderal Basuki Rakhmat. Brigadir Jenderal M. Yusuf, dan Brigadir Jenderal Amir Machmud menghadap Letnan Jenderal Soeharto selaku Menteri Panglima Angkatan Darat dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk minta izin akan menghadap presiden. Pada hari itu juga, tiga orang perwira tinggi sepakat untuk menghadap Presiden Soekarno di Istana Bogor dengan tujuan untuk meyakinkan kepada Presiden Soekarno bahwa ABRI khususnya AD tetap siap siaga mengatasi keadaan. Surat itulah yang kemudian dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar


3.      Tindak Lanjut Supersemar


Sebagai tindak lanjut keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, Letnan jenderal Soeharto sebagai pengemban Supersemar negara mengambil tindakan untuk menata kembali kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, yaitu sebagai berikut.


Tanggal 12 Maret 1966, dikeluarkannya surat keputusan yang berisi pembubaran dan larangan PKI beserta ormas-ormasnya yang bernaung dan berlindung atau senada dengannya, beraktifitas dan hidup di seluruh wilayah Indonesia.

Tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar mengamankan 15 orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G 30 S/PKI dan diragukan etika baiknya yang dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 5 Tanggal 15 Maret 1966

Tanggal 27 Maret pengemban Supersemar membentuk Kabinet Dwikora yang disempurnakan untuk menjalankan pemerintahan. Tokoh-tokoh yang duduk di dalam kabinet ini adalah mereka yang jelas tidak terlibat dalam G 30 S/PKI.

Membersihkan lembaga legislative dimulai dari tokoh-tokoh pimpinan MPRS dan DPRGR yang di diduga G 30 S/PKI.

Memisahkan jabatan pimpinan DPRGR dengan jabatan eksekutif sehingga DPRGR tidak lagi diberi kedudukan sebagai menteri.

Dengan berakhirnya Sidang Umum IV MPRS, berarti landasan awal Orde Baru berhasil ditegakkan.Demikian pula dua dari tiga tuntutan rakyat (Tritura) telah dipenuhi, yaitu pembubaran PKI dan pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI.Sementara itu, tuntutan ketiga, yaitu penurunan harga yang berarti perbaikan bidang ekonomi belum diwujudkan.Hal itu terjadi karena syarat mewujudkannya perlu dilakukan dengan pembangunan secara terus-menerus dan membutuhkan waktu yang cukup lama.Pelaksanaan agar lancer dan mencapai hasil maksimal memerlukan stabilitas nasional.


Pertumbuhan dan mobilitas penduduk, menurut Edward Ullman ada 3 faktor yang mempengaruhi timbulnya interaksi kota, yaitu:

Adanya wilayah yang saling melengkapi

 Adanya kesempatan untuk berinteraksi

Adanya kemudahan transfer/pemindahan dalam ruang

Dalam kaitannya dengan interaksi kota tersebut, maka mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai suatu perpindahan penduduk baik secara teritorial ataupun geografis. Hubungan timbal balik antara kota dengan kota maupun antara kota dengan desa dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala yang baru yang meliputi aspek ekonomi, sosial maupun budaya. Gejala ini dapat bersifat positif ataupun negatif bagi desa dan kota.


Pusat-Pusat pertumbuhan di Indonesia pada masa Orde Baru

Untuk mengetahui munculnya pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia terdapat 2 teori yaitu :

Teori Tempat Sentral ( central place theory ) oleh Walter Christaller

Bahwa Pusat lokasi aktivitas yang melayani berbagai kebutuhan penduduk harus berada di suatu tempat sentral yaitu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia dengan jumlah yang maksimum.Tempat sentral itu berupa ibukota kabupaten, kecamatan, propinsi ataupun ibukota Negara. Masing-masing titik sentral memiliki daya tarik terhadap penduduk untuk tinggal disekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda.

Teori Kutub Pertumbuhan ( Growth Pole Theory ) oleh Lerroux

Bahwa pembangunan yang terjadi di manapun tidak terjadi secara serentak tapi muncul pada tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan identitas yang berbeda. Kawasan yang menjadi pusat pembangunan dinamakan pusat-pusat atau kutub-kutub pertumbuhan. Dari kutub inilah proses pembangunan menyebarke wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

 


Faktor penyebab suatu titik lokasi menjadi pusat pertumbuhan

Suatu titik lokasi menjadi pusat pertumbuhan disebabkan oleh beberapa hal antara lain:

Kondisi fisik wilayah

Kekayaan sumber daya alam

Sarana dan prasarana transportasi

Adanya industri

B.     Perkembangan Masyarakat Intlektual Pada Masa Orde Baru.


1.      Ciri-Ciri Pokok Kebijakan Pemerintah Orde Baru


Soeharto selaku pengemben Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar yang sudah ditingkatkan menjadi ketetapan MPRS No, IX/ MPRS untuk membentuk Ampera yang bertugas:


Menciptakan stabilitas politik,

Menciptakan stabilitas ekonomi.

Tugas Pokok itulah yang disebut Dwidarma Kabinet Ampera. Program yang dicanangkan Kabinet Ampera disebut Caturkarya Kabinet Ampera, yaitu:


Memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan;

Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantum dalam Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968);

Melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966;

Melaksanakan perjuangan antiimperialisme dan antikolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Berdasarkan Tap MPR XXXIII Secara Umum, kebijakan pemerintah Orde Baru terdiri atas kebijakan dalam negeri dan kebijakan luar negeri.

Materi sejarah

Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 BAB 4 PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA  DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN DEMOKRASI LIB...