Senin, 12 Juli 2021

Materi sejarah kelas x

 

BAB I.  PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH

1. PENGERTIAN SEJARAH

Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon.Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah.Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang.Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai.Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.

Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :

  1. JV. Briche, sejarah adalah : “ It is the record of what man has thought,said and done “.
  2. Patrick Gardiner, mengatakan : “ History is the study of what human beings have done“.
  3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa : sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
  4. Koentowidjojo : Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia
  5. Sartono Kartidirdjo : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
  6. Sejarah adalah berbagai b
  7. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

Kesimpulan : Sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah mengenal tulisan.

2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI

Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah.Sedangkan sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali.Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli.Sementara sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.

3. PERIODISASI DAN KRONOLOGI

Periodisasi adalah penentuan pemenggalan kurun waktu yang akan diteliti dan didasarkan pada alasan-alasan tertentu yang rasionall dan ilmiah yang erat kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti. Periodisasi Sejarah Indonesia yang lazim dipakai adalah : 1. Jaman Prasejarah, membicarakan kehidupan manusia purba sebelum adanya tulisan. 2. Jaman Kuno, membicarakan masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha. 3. Jaman modern, yang berlangsung sejak masa perkembangan islam di Indonesia hingga kini. Kronologi merupakan urutan waktu yang tersusun sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

4. KEGUNAAN SEJARAH

Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu :

  1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.
  2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.
  3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan ( pengajaran ) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.
  4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain : a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.

Kamis, 29 April 2021

materi sejarah

 Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Senin, 26 April 2021

materi XI

 Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Rabu, 21 April 2021

materi kelas XI

  Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Selasa, 20 April 2021

Materi kls xi

   Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Senin, 19 April 2021

materi kls xi

  Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Jumat, 16 April 2021

materi kelas XI

 Nama sekolah.         ; SMA Al Azhar 3

Nama mapel.            : Sejarah Indonesia

Nama guru.               : Sumono, SPd

Kompetensi dasar.   : perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari

                                   ancaman Sekutu dan Belanda.



Assalamualaikum wr wb

Sebelum kita membahas materi sejarah pada hari ini bpk berharap kalian sudah melaksanakan sholat Dhuha dan tadarus Alquran. 

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesi

perjuangan mempertahankan kemerdekaan indonesia

apakah kamu masih ingat dengan syarat kemerdekaan suatu negara? Terdapat empat syarat yakni, negara berdaulat harus memiliki wilayah, rakyat, pemerintah, dan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Nah, saat Indonesia merdeka secara proklamasi pada 17 Agustus 1945, syarat yang keempat belum ada. Pengakuan negara lain tersebut penting untuk suatu negara bisa mendapatkan haknya di dunia internasional.

Masih ingat juga kah dengan jenis pengakuan tersebut? Terdapat dua jenis lho, Quipperian, yakni, pengakuan secara De facto (fakta/fisik) dan De jure (hukum). Pengakuan secara De jure dibutuhkan dalam bentuk tertulis dan resmi untuk menyatakan suatu negara berdaulat atau merdeka. Sejarah mencatat, Belanda mengakui Indonesia berdaulat sebagai negara pada 27 Desember 1949. 

Lalu, apa saja catatan sejarah yang terjadi selama tahun 1945-1949 tersebut? Di masa inilah banyak terjadi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan ancaman disintegrasi bangsa, khususnya pada tahun pertama proklamasi. Quipperian, penasaran? Berikut Quipper Blog paparkan catatan sejarahnya, ya!


1. Insiden Hotel Yamato di Surabaya

Aksi ini berlangsung pada malam hari, 19 September 1945 atau sehari setelah kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda yang tergabung dalam aliansi (Allied Forces Netherlands East Indies). Mereka menempati Hotel Yamoto di Jalan Tanjungan No. 56 tanpa adanya izin dari karesidenan Surabaya, bahkan juga mengibarkan bendera Belanda.

Melihat kondisi tersebut, keesokan harinya warga Surabaya memenuhi Hotel Yamoto dan mengecam tindakan Belanda tersebut karena dinilai telah menghina kemerdekaan Indonesia. Mewakili Residen Surabaya, Sudirman bersama Sidik dan Hariyono memasuki Hotel Yamoto untuk meminta Ploegman (Pimpinan AFNEI) untuk menurunkan bendera. Namun, permintaan tersebut ditolak dan memicu perkelahian yang menyebabkan Ploegman dan Sidik Terbunuh, sedangkan Sudirman dan Hariyono berhasil meloloskan diri.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran lima hari di Semarang ini berlangsung pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh larinya tentara Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu untuk selanjutnya bergabung bersama pasukan Jepang lainnya di Markas Kido Butai, Jatingaleh. 

Selain itu, pertempuran ini juga dipicu oleh kematian dr. Karyadi yang berawal penyerangan Jepang ke reservoir Siranda pada tanggal 14 Oktober 1945. Dari penyerangan tersebut tersebar berita bahwa Jepang telah meracuni reservoir yang merupakan sumber mata air masyarakat Semarang.

Pertempuran lima hari ini berlangsung di pusat kota Semarang dengan diselingi usaha gencatan senjata oleh Jenderal Nakamura dan Kasman Singodimejo. Sampai akhirnya Sekutu datang ke Semarang pada untuk meminta gencatan senjata dalam konferensi di Hotel Pavilion pada 20 Oktober 1945.

3. Pertempuran Ambarawa di Magelang

Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak 12-15 Desember 1945 yang diawali tindakan Sekutu dan NICA (Nederlandsche Indische Civil Administration) yang mempersenjatai kembali tawanan perang. Di bawah pimpinan Kolonel Sudirman, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) mengadakan koordinasi untuk melakukan pengepungan dan serangan serentak. Sampai akhirnya, pertempuran ini berakhir ketika TKR berhasil membuat Sekutu mundur dan lari hingga ke Semarang.

4. Pertempuran Medan Area

Pada 10 Desember 1945, Sekutu dan NICA melakukan serangan besar ke kota Medan yang pada saat itu dipertahankan oleh TKR Sumatra Timur di bawah pimpinan Achmad Tahir. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban berjatuhan sampai akhirnya di bulan April 1946, Sekutu berhasil menguasai Kota Medan dan mengusir Pemerintahan RI seperti Gubernur, TKR, dan Walikota untuk keluar dari Medan. 

5. Bandung Lautan Api

Salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ialah Bandung Lautan Api. Sesuai namanya, pembakaran di Bandung ini dilakukan oleh penduduk dalam tujuan pengosongan kota dari pasukan AFNEI di bawah pimpinan Brigadir MacDonald pada 23 Maret 1946. Peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi oleh beberapa tuntutan dan ketegangan saat pasukan AFNEI memasuki Bandung, yakni:

  • Sekutu menuntut penduduk Bandung menyerahkan semua senjata dari hasil pelucutan tentara Jepang.
  • Ultimatum Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan keamanan rakyat.
  • Sekutu tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Bandung Selatan

Pembakaran Bandung Lautan Api ini dipelopori oleh Kolonel A.H. Nasution yang bertujuan agar pasukan Sekutu tidak bisa menggunakan berbagai fasilitas, senjata, dan bangunan di Bandung sebagai bentuk pertahanannya.

6. Peristiwa Merah Putih di Manado

Dinamakan Peristiwa Merah Putih dikarenakan setelah sukses merebut tangsi militer Teling, para pemuda dan pejuang melakukan upacara bendera sebagai bentuk Indonesia telah merdeka dan siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa Merah Putih di Manado terjadi pada 14 Februari 1946 yang dilakukan oleh pemuda setempat dan pejuang KNIL dalam mengusir kekuasaan NICA di wilayah tersebut.

Demikian pembahasan mengenai berbagai peristiwa dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah Indonesia. 


Materi sejarah

Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 BAB 4 PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA  DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN DEMOKRASI LIB...