Rabu, 31 Juli 2019

Materi Sejarah Wajib Kelas XI IPA



B.Kompetensi Inti

1.      Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan  rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

A.Kompetensi Dasar
1.1  Menghayati nilai-nilai persatuan dan keinginan bersatu dalam perjuangan pergerakan nasional menuju kemerdekaan bangsa sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa  terhadap bangsa dan negara Indonesia
2.1  Mengembangkan nilai dan perilaku mempertahankan harga diri bangsa dengan bercermin pada kegigihan para pejuang dalam melawan penjajah.
2.2  Meneladani perilaku  kerjasama, tanggung jawab, cinta damai  para pejuang dalam mewujudkan cita-cita mendirikan negara dan bangsa Indonesia dan menunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.3  Meneladani perilaku  kerjasama, tanggung jawab, cinta damai  para pejuang untuk meraih kemerdekaan dan menunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.4  Meneladani perilaku  kerjasama, tanggung jawab, cinta damai   para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan dan menunjukkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.5  Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
3.1  Menganalisis  perubahan, dan keberlanjutan  dalam peristiwa sejarah pada masa penjajahan asing hingga proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Indikator
3.1.1    Menghubungkan merkantilisme dan kapitalisme dengan  perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia
3.1.2    Menunjukkan peta jalur kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia
3.1.3    Mendeskripsikan kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia

3.2  Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Barat ( Portugis, Belanda dan Inggris) di Indonesia.
Indikator
3.2.1    Mendeskripsikan perkembangan kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia
3.2.2    Mendeskripsikan kondisi masyarakat Indonesia masa kolonial
3.3  Menganalisis strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Barat di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20.
Indikator
3.3.1    Menjelaskan perlawanan masyarakat Indonesia terhadap kekuasaan asing

4.1  Mengolah informasi tentang peristiwa sejarah pada masa penjajahan Bangsa Barat berdasarkan konsep perubahan dan keberlanjutan,  dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
Indikator
4.1.1    Membuat rangkuman mengenai pengertian merkantilisme dan kapitalisme dan hubungannya dengan kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia
4.1.2    Menunjukkan jalur kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia
4.1.3    Membuat uraian analitis mengenai pengaruh kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia terhadap perkembangan masyarakat

4.2  Mengolah informasi tentang proses masuk dan perkembangan penjajahan Bangsa Barat di Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk  cerita sejarah.
Indikator
4.2.1    Membuat rangkuman hasil diskusi dan menyajikannya dalam bentuk  cerita sejarah tentang pengaruh kegiatan perdagangan dengan bangsa Eropa terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Indonesia
4.2.2    Membuat rangkuman hasil diskusi dan menyajikannya dalam bentuk  cerita sejarah tentang kegagalan proses industrialisasi di Indonesia pada masa kolonial! Diskusikanlah pula tentang proses perkembangan tata ruang kota Indonesia pada masa kolonial

4.3  Mengolah informasi tentang strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Bangsa Barat di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20 dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah.
Indikator
4.3.1    Membuat rangkuman hasil diskusi dan menyajikannya dalam bentuk  cerita sejarah tentang strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Bangsa Barat di Indonesia sebelum dan sesudah abad ke-20

   Materi pertemuan 1:
Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat
Perlawanan kepada VOC dan Portugis:
a.     Perlawanan rakyat Ternate (1513) dibawah pimpinan  Sultan Hairun yang diteruskan putranya Sultan Baabullah terhadap Portugis.
b.     Perlawanan Aceh kepada Portugis dilakukan dengan menyerang Portugis di Malaka yang dipimpin oleh Sultan Mughayat Syah sampai 3 kali, yaitu tahun 1513,1550, dan 1674 dan diteruskan Sultan Iskandar Muda sampai Malaka jatuh ke tangan Belanda.
c.     Perlawanan Demak kepada Portugis di Malaka dipimpin oleh Adipati Unus.
d.     Perlawanan Mataram (Yogyakarta) kepada VOC, menyerang Batavia dua kali, 1628 dibawah pimpinan Tumenggung Bahurekso dan 1629 dibawah pimpinan Dipati Ukur. Pada saat itu Mataram dipimpin oleh Sultan Agung.
e.     Perlawanan Trunojoyo di Jawa Timur, dipicu oleh sikap Amangkurat I (pengganti Sultan Agung) dan Sunan Amangkurat II yang bekerjasama dengan VOC berhasil membunuh Trunojoyo. Perlawanannya dilanjutkan Untung Surapati.
f.      Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said. Di akhir Perjanjian Giyanti yang membagi Mataram menjadi dua, yaitu Mataram Barat (Yogyakarta yang dipimpin Hamengkuwono) dan Mataram Timur (Surakarta). Perlawanan Mas Said diakhiri dengan perjanjian Salatiga yang berisi membagi Mataram Timur (Surakarta) menjadi 2 yaitu Mangkunegaran dan Kasunanan.
g.     Perlawanan rakyat Aceh (1874-1904) dipimpin Teuku Umar, Tengku Cik di Tiro, Cut Nyak Dien dan Cut Mutia. Hal itu dipatahkan dengan siasat yang diusulkan Snouck Hurgronje seorang misionaris yang mempelajari Islam.
h.     Perlawanan Maluku terhadap VOC dipimpin oleh Thomas Matulesi atau Pattimura.
i.       Perlawanan Banten dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Belanda mengadu domba Sultan Ageng dengan putranya Sultan Haji yang dibantu VOC.
j.      Perlawanan Makasar dipimpin Sultan Hasanuddin (Gowa) menghasilkan Perjanjian Bongaya yang berisi:
1.     VOC memiliki kebebasan berdagang di Makasar dan Maluku.
2.     VOC memegang monopoli perdagangan di Indonesia Timur.
3.     Sultan Hasanudin mengembalikan Bone kepada Aru Palaka.
k.     Perlawanan kaum Padri, berawal dari gerakan Wahabi oleh kaum Padri dibawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol yang ditentang kaum adat yang dibantu oleh Belanda. Setelah keduanya berhasil mendesak kaum Padri, kaum adat sadar akan usaha Belanda menguasai Sumatera dan akhirnya bersatu kembali dengan kaum Padri dan berhasil mengusir Belanda.
l.       Perlawanan Diponegoro (1825-1830)
m.   Perlawanan Bali dipimpin I Gusti Ketut Jelantik.
n.     Perlawanan Kalimantan Selatan (Banjar) dipimpin Pangeran Antasari.
o.     Perlawanan Batak dipimpin Sisingamangaraja.
                                                  
Konsep
Asal kata Imperialisme:
    Imperator: memerintah.
    Imperium: sebuah kerajaan besar dengan daerah jajahan yang luas.
Pengertian: Sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya. Caranya dengan membentuk pemerintah jajahan/menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan.

Imperialisme dibedakan menjadi:
    Imperialisme kuno: berlangsung sebelum terjadinya Revolusi Industri. Negara pelopor adalah  Portugis dan Spanyol.
    Imperialisme modern: berlangsung setelah Revolusi Industri. Negara pelopor adalah Inggris.

Revolusi Industri terjadi di Inggris pada pertengahan abad ke-18 sampai abad ke-19 (1750-1850). Revolusi industri adalah perubahan cara kerja manusia dari menggunakan tenaga manusia menjadi menggunakan tenaga mesin.

Asal kata Kolonialisme:
    Colonia: tanah permukiman/jajahan.
    Coloni: negara yang dikuasainya.
Pengertian : Suatu sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain.

  Prinsip
Faktor-faktor pendorong terjadinya penjelajahan dunia:
1.     Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.
2.     Semangat gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama Nasrani.
3.     Semangat glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
4.     Semangat gold, yaitu semangat untuk mencari kekayaan/emas.
5.     Perkembangan teknologi kemaritiman yang memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi Samudra Atlantik.
6.     Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu, dan peta yang menggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan, dan pelabuhan.
7.     Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-1292).
8.     Perjalanan Ordoric da Pardenone menuju Campa yang sempat singgah di Jawa pada abad ke-14. Ordoric melaporkan sekilas mengenai kebesaran Majapahit.
9.     Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat seperti bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa. Bumi dan bendabenda antariksa lainnya beredar mengelilingi matahari (teori Heliosentris).

Prosedur
Persaingan perdagangan yang terjadi antar bangsa Eropa di Indonesia sangat merugikan Belanda. Oleh karena itu, timbul pemikiran pada orang-orang Belanda agar perusahaan-perusahaan yang bersaing itu menggabungkan diri dalam satu organisasi. Akhirnya mereka membentuk Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) artinya Perserikatan Maskapai Hindia Timur. VOC terbentuk pada tanggal 20 Maret 1602 Di Indonesia VOC memiliki wewenang dan
Tujuan pembentukan VOC sebenarnya tidak hanya untuk menghindari persaingan di antara pedagang Belanda, tetapi juga:
1.       menyaingi kongsi dagang Inggris di India, yaitu EIC (East India Company),
2.       menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan, serta
3.       melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.
Di Indonesia, VOC berusaha mengisi kas keuangannya yang kosong. VOC menerapkan aturan baru yaitu Verplichte Leverantie atau penyerahan wajib. Tiap daerah diwajibkan menyerahkan hasil bumi kepada VOC menurut harga yang telah ditentukan.
Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa VOC diberi hak-hak istimewa oleh pemerintah Belanda :
1.       Memonopoli perdagangan
2.       Mencetak dan mengedarkan uang
3.       Mengangkat dan memperhentikan pegawai
4.       Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.       Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
6.       Mendirikan benteng
7.       Menyatakan perang dan damai
8.       Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat.

Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain :
a)     Verplichte Laverantie
    Yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan   melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.
b)    Contingenten
    Yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
c)     Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
d)    Ekstirpasi
    Yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over produksi yg dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot.
e)     Pelayaran Hongi
    Yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.


Hasil bumi yang wajib diserahkan yaitu lada, kayu manis, beras, ternak, nila, gula, dan kapas. Selain itu, VOC juga menerapkan Prianger stelsel, yaitu aturan yang mewajibkan rakyat Priangan menanam kopi dan menyerahkan hasilnya kepada VOC.
Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both (1610-1619). Pada mulanya Ambon di pilih sebagai pusat kegiatan VOC. Pada periode berikutnya Jayakarta dipilih sebagai pusat kegiatan VOC.
Orang-orang VOC mulai menampakkan sifatnya yang congkak, kejam, dan ingin menang sendiri. VOC ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui monopoli perdagangan.
VOC mulai ikut campur dalam berbagai konflik antara penguasa yang satu dengan penguasa yang lain. Beberapa kerajaan di yang Perubahan sikap VOC itu telah menimbulkan kekecewaan bagi rakyat dan penguasa di Indonesia. Perubahan sikap itu terutama sekali terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal VOC yang kedua yaitu Jan Pieterzoon Coen.
Dengan dibangunnya benteng-benteng dan loji-loji sebagai pusat kegiatan VOC, maka jalur-jalur perdagangan di kepulauan Nusantara telah dikendalikan oleh VOC. Untuk mengendalikan kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia bagian timur, khususnya Maluku, diadakan Pelayaran Hongi

Untuk mengisi kasnya yang kosong, VOC menerapkan sejumlah kebijakan seperti hak monopoli, penyerahan wajib, penanaman wajib, dan tenaga kerja wajib yang sebenarnya telah menjadi bagian dari struktur dan kultur yang telah ada sebelumnya. Penyerahan wajib (Verplichte Leverantie) mewajibkan rakyat Indonesia di tiaptiap daerah untuk menyerahkan hasil bumi berupa lada, kayu, beras, kapas, kapas, nila, dan gula kepada VOC.
Untuk semakin memperbesar kekuasaanya di Indonesia, VOC melakukan cara-cara politik devide et impera atau politik adu domba, dan tipu muslihat. Misalnya kalau ada persengketaan antara kerajaan
yang satu dengan kerajaan yang lain, mereka mencoba membantu salah satu pihak.
Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam perkembangannya VOC mengalami masalah yang besar, yakni kebangkrutan.

Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 disebabkan oleh :
1.       Banyak korupsi yg dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC.
2.       Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat makin luasnya wilayah kekuasaan VOC.
3.       Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat  terlalu besar.
4.       Persaingan dengan konsi dagang negara lain,misalnya  dengan EIC milik Inggris.
5.       Hutang VOC yang sangat besar.
6.       Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanyamengalami kemunduran
7.       Berkembangnya faham Liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
8.       Pendudukan Perancis terhadap negara Belanda pada tahun 1795.

Kebangkrutan VOC ini terutama sekali terjadi karena para pegawainya banyak yang melakukan korupsi. Waktu itu VOC sudah sangat merosot, kas kosong, utang menumpuk dan tidak mampu lagi menciptakan pengawasan dan keamanan atas wilayah Indonesia. Inilah sebabnya maka pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Setelah VOC dibubarkan kekuasaan kolonial di Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda.

A.      Pemerintahan Daendels (1808-1811)

Untuk menjalankan pemerintahan di Indonesia diangkatlah gubenur jendral Daendels. Daendels tiba di Indonesia pada tanggal 1 Januari 1808. Daendels kemudian mengadakan banyak tindakan. Salah satu tindakan Daendels yang terkenal adalah dalam bidang sosial ekonomi. Beberapa tindakan itu antara lain sebagai berikut.
1.       Meningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak.
2.       Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di ‘pasaran dunia.
3.       Rakyat masih diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya.
4.       Untuk menambah pemasukan dana, juga telah dilakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta.
5.       Membangun jalan Anyer – Panarukan, Jawa Barat

Beberapa tindakan Daendels telah menyebabkan kesengsaraan rakyat. Kesewenang-wenangan Daendels dan penderitaan rakyat itu telah menimbulkan protes dan perlawanan rakyat. Tindakan sewenang-wenang Daendels itu segera didengar oleh pernerintahan di negeri Belanda. Daendels akhirnya dipanggil pulang ke Belanda.
Sebagai pengganti Daendels dikirimlah Jan Willem Janssen. Ia mulai menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jawa tahun 1811. Ia kemudian memperbaiki keadaan yang ditinggalkan oleh Daendels. Namun Daerah Kepulauan Maluku sudah berhasil direbut oleh Inggris. Bahkan secara de facto daerah kekuasaan Hindia Belanda di masa Janssen itu tinggal daerah-daerah tertentu, misaInya Jawa, Makasar, dan Palembang.
Inggris terus mendesak kekuatan Belanda di Indonesia. Akhirnya Belanda menyerah di Tuntang, Salatiga. Penyerahah Janssen kepada Inggris secara resmi melalui Kapitulasi Tuntang yang ditandatangani pada tanggal 18 September 1811. Indonesia di bawah Kekuasaan Inggris (1811 -1816)
Kapitulasi Tuntang tanggal 18 September 1811 secara resmi telah mengakhiri kekuasaan Belanda di Indonesia.



B.      Pemerintahan transisi  Thomas Stanford Raflles (1811-1816)
Kepulauan Indonesia jatuh ke tangan Inggris. Gubernur Jenderal EIC (East India Company), Lord Minto yang berkedudukan di India, mengangkat Raffles sebagai penguasa di Indonesia, sebagai Letnan Gubernur yang berkedudukan di Batavia. Setelah diangkat sebagai penguasa di Jawa (Indonesia), maka Raffles pun segera mengambil langkah-langkah penting dalam upaya memperkuat kebijaksanaan kolonialisme yang baru. Tindakan Raffels yang terkenal adalah dalam bidang ekonomi, antara lain sebagai berikut.
1.       Pelaksanaan sistem sewa tanah atau pajak tanah (land rent) yang akan meletakkan dasar bagi perkembangan sistem perekonomian uang.
2.       Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.
3.       Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
4.       Penghapusan sistem monopoli.
5.       Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan.
Tahun 1816, Raffles telah mengakhiri kekuasaannya di Indonesia.

C.      Pemerintahan Van der Capellan (1830-1833)
Tahun 1814 Bonaparte kalah dalam perang Koalisi. Berdasarkan Konferensi  London, Belanda akan berhak kembali atas Indonesian (Jawa khususnya) penyerahan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 1816. Kebijakan yang diterapkan Capellan:
Politik ekonomi liberal yaitu memberi dengan kesempatan kepada pengusaha swasta.
Terjadi kesulitan keuangan di belanda dan di Indonesia sehingga menjalankan politikm\ tanam paksa (Culture stelsel atas ususlan Van den Bosch)

D.      Van den Bosch 1830-1833)
Kebijakannya adalah menjalankan Cultur stelsel (tanam paksa),pembelian sistem ijon (membeli pada waktu masih muda dan akan dipetik ketika sudah tua), dan  Cultur procenten (pemberian bagian kepada kepala rakyat dan pegawai Belanda atas penjualan hasil tanam paksa) yang ditentang oleh Douwes Dekkker(Multatuli) dengan bukunya Max Havellar

Penyebaran agama Kristen di Indonesia:
Datangnya bangsa Portugis diikuti misionaris Katholik. Daerah kekuasaan Portugis yang berpusat di Maluku dan daerah Timur Indonesia menyebabkan penduduk didaerah tersebut beragama Katholik.
Belanda juga menyebarkan agama Kristen Protestan dengan membentuk NZG (Nederlanderch Zending Gennotschap) yaitu misionaris Kristen Protestan. Gerakan zending banyak berada di wilayah Sumatera Utara (Batak) dan Kalimantan (Dayak) dengan membaptis pemimpin adatnya yang dilakukan oleh Christian Missionary Aliance. Untuk mengantisipasi penyebaran tersebut pemimpin agama Katholik menyebarkan agama dengan mendirikan sekolah, tempat ibadah, dan rumah sakit.


Soal post tes

1.     Jelaskan pengertian kolonialisme?
2.     Jelskan pengertian imperialism?
3.     Sebutkan factor pendorong penjelajahan dunia?
4.     Sebutkan hak VOC dalam melaksanakan tugasnya?
5.     Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 sebutkan factor penyebabnya?

Kunci Jawaban
1.Asal kata Kolonialisme:
    Colonia: tanah permukiman/jajahan.
    Coloni: negara yang dikuasainya.
Pengertian : Suatu sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain.

2..Asal kata Imperialisme:
    Imperator: memerintah.
    Imperium: sebuah kerajaan besar dengan daerah jajahan yang luas.
Pengertian: Sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya. Caranya dengan membentuk pemerintah jajahan/menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan.

3.
1’Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.
2.Semangat gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama Nasrani.
3.Semangat glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
4.Semangat gold, yaitu semangat untuk mencari kekayaan/emas.
5.Perkembangan teknologi kemaritiman yang memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi Samudra Atlantik.
6.Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu, dan petayangmenggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan, dan pelabuhan.
7.Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-1292).
8.Perjalanan Ordoric da Pardenone menuju Campa yang sempat singgah di Jawa pada abad ke-14. Ordoric melaporkan sekilas mengenai kebesaran Majapahit.
9.Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat seperti bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa. Bumi dan bendabenda antariksa lainnya beredar mengelilingi matahari (teori Heliosentris).

4,
1.     Memonopoli perdagangan
2.       Mencetak dan mengedarkan uang
3.       Mengangkat dan memperhentikan pegawai
4.       Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.       Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
6.       Mendirikan benteng
7.       Menyatakan perang dan damai
8.       Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat.



5.
1.          Banyak korupsi yg dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC.
2.       Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat makin luasnya wilayah kekuasaan VOC.
3.       Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat  terlalu besar.
4.       Persaingan dengan konsi dagang negara lain,misalnya  dengan EIC milik Inggris.
5.       Hutang VOC yang sangat besar.
6.       Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanyamengalami kemunduran
7.       Berkembangnya faham Liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
Pendudukan Perancis terhadap negara Belanda pada tahun 1795

Selasa, 30 Juli 2019

materi bahan ajar kls x

Materi pertemuan 1 Konsep Berfikir Kronologis dan Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah A. Pengertian Sejarah Secara etimologis kata sejarah berasal dari bahasa Arab “syajaratun” yang berarti pohon. Bentuk pohon ini kemudian dihubungkan dengan skema dari silsilah keluarga raja dari dinasti tertentu, dan jika kita perhatikan skema dari silsilah itu akan menyerupai bentul pohon yang dibalik. Kata syajaratun kemudian digunakan dalam bahasa Melayu dengan penyebutannya berubah menjadi Syajarah, dan Bahasa Indonesia menyebutnya dengan sejarah. Kata sejarah disini masih dalam arti yang semula yaitu silsilah atau keturunan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan defenisi tentang sejarah sebagai berikut 1. Asal usul, keturunan, atau silsilah 2. Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, riwayat, tambo; 3. Pengetahuan atau uraian tentang kejadian, atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau. Sejarah dalam bahasa Inggris disebut dengan History, yang berasal dari bahasa Yunani Istoria yang berarti informasi atau pencarian. New American Encyclopedia menyebutkan bahwa sejarah meliputi kegiatan-kegiatan manusia yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, ditempatkan dalam sebuah urutan waktu, dan terdapat keterkaitan antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya. Dalam bahasa Belanda, sejarah disebut dengan Geschiedenis yang juga mempunyai pengertian yang hamper sama, yaitu tentang sesuatu yang telah terjadi. Selain pengertian dari sejumlah bahasa, kata sejarah dapat didefenisikan oleh sejumlah tokoh, diantaranya sebagai berikut : • Herodotus (484-425 SM), seorang filsuf dan sejarawan pertama yang berasal dari Yunani yang juga disebut sebagai bapak Sejarah. Ia mengatakan bahwa sejarah tidak berkembang dan bergerak kedepan dengan tujuan yang pasti, tetapi bergerak melingkar, yang tinggi dan rendahnya lingkaran tersebut disebabkan oleh manusia itu sendiri. • Ibnu Khaldun (1332-1406 M) mendefenisikan bahwa sejarah adalah catatan tentang mausia dan peradabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya. Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan Islam yang hidup pada masa Abbasyah di Baghdad. • R.G. Collingwood (1889-1943) mendefenisikan sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa yang lampau. • Sartono Kartodirjo (1921-2007), menurut beliau pada hakekatnya sejarah dibatasi oleh dua pengertian, yaitu sejarah objektif dan sejarah subjektif. Sejarah yang objektif adalah sejarah yang menunjuk pada kejadian atau peristiwa itu sendiri, sedangkan sejarah yang seubjektif adalah sejarah yang telah dipengaruhi oleh emosi dan pikiran oleh sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu peristiwa. • R. Mohammad Ali, sejarah Indonesia, mendefenisikan sejarah sebagai berikut : 1) Bahwa sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa, dan kenyataan yang memang benar-benar terjadi disekitar kita; 2) Cerita tetang perubahan itu sendiri 3) Ilmu yang menyelidiki tentang perubahan-perubahan, peristiwa, kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang telah lampau. 4) Kesimpulan tentang pengertian sejarah, bahwa sejarah adalah ilmu pengethauan yang mempelajari berbagai peristiwa atau kejadian penting yang terjadi dalam kehidupan manusia dimasa lalu.Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachronich; ( dia dalam bahasa latin artinya melalui/ melampaui dan chronicus artinya waktu ). Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. B. Cara Berpikir Diakronik Dalam Mempelajari Sejarah Diakronik berasal dari kata diachronich; (dia, terdiri dari dua kata, yaitu dia dalam bahasa latin artinya melalui/ melampaui dan chronicus artinya waktu. Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Berpikir diakronik adalah berpikir kronologis (urutan) dalam menganalisis sesuatu. Kronologis adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya. Sejarah itu ilmu diakronis, yang mementingkan proses, sejarah akan membicarakan suatu peristiwa tertentu yang terjadi pada suatu tempat tertentu sesuai dengan urutan waktu terjadinya. Dengan pendekatan diakronis, sejarah berupaya menganalisis evolusi/perubahan sesuatu dari waktu ke waktu, yang memungkinkan seseorang untuk menilai bahwa perubahan itu terjadi sepanjang masa. Sejarawan akan menggunakan pendekatan ini untuk menganalisis dampak perubahan variabel pada sesuatu, sehingga memungkinkan sejarawan untuk mendalilkan mengapa keadaan tertentu lahir dari keadaan sebelumnya atau mengapa keadaan tertentu berkembang/berkelanjutan. Perkembangan Sarekat Islam di Solo (1911-1920); Perang Diponegaro (1825-1830); dan Revolusi Fisik di Indonesia (1945-1949) merupakan beberapa contoh sejarah yang menggunakan pendekatan diakronik. C. Cara Berpikir Sinkronik Dalam Mempelajari Sejarah Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sinkronik biasa digunakan dalam ilmu-ilmu sosial. Sinkronik lebih menekankan pada struktur, artinya meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis suatu kondisi seperti itu. Istilah memanjang dalam waktu itu meliputi juga gejala sejarah yang ada didalam waktu yang panjang itu. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Beberapa contoh penulisan sejarah dengan topik-topik dari ilmu sosial yang disusun dengan cara sinkronik lainnya misalnya Tarekat Naqsyabandiyah dan Qodiriyah di pesantren-pesantren Jawa. Ilmu sejarah dan ilmu-ilmu sosial ini saling berhubungan. Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yang diakronik dan ilmu sosial lain yang sinkronik. Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu sosial, dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah ilmu diakronik bercampur dengan sinkronik. Contoh : Peranan militer dalam politik (1945-1999) yang ditulis seorang ahli ilmu politik; Elit Agama dan Politik (1945- 2003) yang ditulis ahli sosiologi. Soal Post tes 1. Definisikan konsep berpikir kronologis dalam sejarah! 2. Jelaskan pengertian diakronis dalam sejarah! 3. Jelaskan pengertian sinkronis dalam sejarah! 4. Jelaskan ciri-ciri konsep berpikir diakronik, sinkronik Kunci jawaban 1. Kronologis adalah urutan peristiwa yang dimulai dari peristiwa yang terendah atau awal terjadi sampai akhir peristiwa. 2. Diakronis dalam sejarah merupakan suatu peristiwa yang terjadi selalu berhubungan dengan peristiwa sebelumnya dan peristiwa itu tidak berdiri sendiri atau dengan istilah yan lain peristiwa yang terjadi sekarang ini tidak akan lepas dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. 3. Menurut Galtung sejarah secara sinkronis mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada waktu tertentu atau terbatas. 4. Ciri diakronis 1. Mengkaji dengan berlalunya masa 2. Menitik beratkan pengkajian peristiwa pada sejarahnya 3. Bersifat komparatif atau historis 4. Bersivat vertical 5. Terdapat konsep perbandingan 6. Cakupan kajian lebih luas Ciri Sinkronis 1. Mengkaji pada masa tertentu 2. Menitik beratkan pengkajian pada strukturnya(karakternya) 3. Bersifat horizontal 4. Tidak ada konsep perbandingan 5. Cakupan kajiannya lebih sempit 6. Memiliki sistimatis yang tinggi Materi pertemuan 2 D. Konsep ruang dan waktu Sejarah terbentuk dari tiga unsur, yang ketiganya tidak dapat terpisahkan antara satu dengan yang lain. Ketiga unsur tersebut, yaitu manusia, ruang dan waktu. Manusia. Unsur manusia memiliki peran penting dalam peristiwa sejarah. Manusia adalah pelaku/aktor utama yang sangat mementukan suatu peristiwa sejarah. Sehingga mempelajari sejarah dapat diartikan juga kita mempelajari sejarah manusia. Sebagai aktor sejarah, manusia memiliki kemampuan berpikir yang merupakan cikal bakal munculnya ide kreatif. Ide kreatif inilah yang merupakan embrio terbentuknya kebudayaan. 2. Ruang. Dalam sejarah, ruang merupakan unsur penting yang harus ada. Ruang atau tempat terjadinya peristiwa sejarah berkaitan dengan aspek geografis. Setiap komunitas yang tinggal di suatu tempat, akan memiliki pola pikir dan sistem budaya yang diperoleh dari leluhurnya. Sehingga kisah sejarah manusia merupakan proses interaksi dengan kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi pada ruang atau tempat tertentu. Konsep Ruang 1. Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu. 2. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. 3. Penelaahan suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut. 4. Jika waktu menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi. 3. Waktu. Setiap manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu dan tidak dapat dilepaskan dari waktu. Mereka berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mempelajari sejarah bukan hanya mempelajari sesuatu yang berhenti, melainkan sesuatu yang terus bergerak sejalan dengan perjalanan waktu. Setiap peristiwa sejarah berada dalam kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang waktu sebelumnya. Konsep waktu 1. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup. 2. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. 3. Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang Keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam sejarah 1. Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah 2. Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. 3. Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup ( beraktivitas ). Konsep waktu dalam sejarah meliputi dua hal, yaitu 1. Proses kelangsungan dari suatu peristiwa dalam batasan waktu tertentu dan; 2. Kesatuan kelangsungan waktu, yaitu waktu pada masa yang lampau, sekarang, dan masa yang akan datang (the past, the present and the future). Agar lebih jelas dalam memahami tetang konsep manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah, perhatikan contoh berikut.

Rabu, 10 April 2019

Peranan, ir.soekarno, proklamasi kemerdekaan RI peranan ir.soekarno dalam proklamasi kemerdekaan RI yaitu: 1.merumuskan teks proklamasi bersama dengan Ahmad Soebarjo dan Drs. Mohammad Hatta. 2. membacakan teks proklamasi indonesia dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta. 3. Disebut dengan bapak proklamator indonesia.   Pembahasan: Golongan muda dan golongan tua berselisih paham mengenai kapan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Sutan Sjahrir telah mendapat kabar bahwa Jepang telah kalah. Sekutu telah membom atom kota Hiroshima dan Nagashaki Jepang pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Golongan muda membawa Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk menghindarkan beliau berdua dari pengaruh jepang. Mereka di bawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Mereka seharian disana. Golongan muda yang membawa Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta ke Rengasdengklok yaitu 1.Yusuf Kunto 2.Sukarni 3.Singgih. Di Rengasdengklok, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta berunding dengan golongan muda. Golongan Muda sangat segan terhadap Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sehingga mereka tidak berani menekan mereka berdua.   Rengasdengklok dipilih untuk menjadi tempat pengamanan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta dengan pertimbangan antara lain: 1.Rengasdengklok dikelilingi oleh laut sehingga apabila Jepang mneyerang maka mereka dapat meloloskan diri melalui jalur laut. 2.Di sekitar Rengasdengklok dibentengi PURWAKARTA dan CIMALAYA yang dikuasai oleh PETA(Pasukan Pembela Tanah Air).   Pasca terjadi kesepakatan antara golongan muda dan golongan muda maka penyusunan teks proklamasi segera dilaksanakan di Jakarta dan jaminan keamanan dari Perwira Jepang yakni LAKSAMANA MAEDA , maka Mr. Ahmad Soebardjo menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta ke Rengasdengklok. Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/1827781#readmore

Materi sejarah

Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 BAB 4 PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA  DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN DEMOKRASI LIB...