Senin, 10 November 2014

RPP K13



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran                           : Sejarah Peminatan
Kelas/Semester                          : XI/Ganjil
Materi Pokok                             :  Kerajaan-Kerajaan Besar Indonesia pada Masa Kekuasaan Hindu-Buddha dan Islam
Alokasi Waktu                           :  4 Minggu x 4 Jam pelajaran @ 45 Menit  

A.  Kompetensi Inti
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli  (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan  pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.    Memahami, menerapkan, dan menganalisis  pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.    Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.   Kompetensi Dasar
1.1    Menghayati nilai-nilai peradaban dunia  yang  menghargai perbedaan  sebagai karunia Tuhan yang Maha Esa
2.1    Mengembangkan sikap jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, peduli,  santun, cinta damai dalam  mempelajari  peristiwa sejarah sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.2    Menunjukan sikap cinta tanah air, nilai-nilai rela berkorban dan kerja sama  yang dicontohkan para pemimpin pada masa pergerakan nasional, meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
3.1    Menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan  masyarakat Indonesia pada masa  kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada  kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Indikator
3.1.1        Mendeskripsikan munculnya negara-negara kerajaan Hindhu-Buddha di Indonesia.
3.1.2        Mendeskripsikan perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
3.1.3        Mendeskripsikan sistem dan struktur sosial, ekonomi (perdagangan, tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan transportasi) masyarakat pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
3.1.4        Membandingkan struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah.
3.1.5        Menganalisis faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan - kerajaan bercorak Hindu-Buddha.
3.1.6        Mendeskripsikan keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha di dalam masyarakat di daerah-daerah tertentu setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha.
                                   
3.2    Menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa  kerajaan-kerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Indikator
3.2.1        Mendeskripsikan proses dan latar belakang munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia muncul di ujung utara Pulau Sumatera.
3.2.2        Membedakan konsep kekuasaan di kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan kerajaan-kerajaan bercorak Islam .
3.2.3        Mendeskripsikan struktur birokrasi,  hubungan pusat-daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam.

4.1    Menyajikan warisan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan  masyarakat Indonesia pada masa  kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada  kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain.
Indikator
4.1.1        Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

4.2    Menyajikan  hasil identifikasi warisan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa  kerajaan-kerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, dalam bentuk tulisan dan media lain.
Indikator
4.2.1        Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

C.  Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran peserta didik dapat :
1.      Bekerjasama, konsisten, disiplin, rasa percaya diri, dan  toleransi dalam  perbedaan strategi berpikir  dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah dalam pelajaran
2.      Berprilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar
3.      Bersikap tanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan dalam belajar
4.      Mendeskripsikan munculnya negara-negara kerajaan Hindhu-Buddha di Indonesia.
5.      Mendeskripsikan perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
6.      Mendeskripsikan sistem dan struktur sosial, ekonomi (perdagangan, tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan transportasi) masyarakat pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
7.      Membandingkan struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah.
8.      Menganalisis faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan - kerajaan bercorak Hindu-Buddha.
9.      Mendeskripsikan keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha di dalam masyarakat di daerah-daerah tertentu setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha.
10.  Mendeskripsikan proses dan latar belakang munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia muncul di ujung utara Pulau Sumatera.
11.  Membedakan konsep kekuasaan di kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan kerajaan-kerajaan bercorak Islam .
12.  Mendeskripsikan struktur birokrasi,  hubungan pusat-daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam.
13.  Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
14.  Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

D. Materi Pembelajaran
Kerajaan :
1.      Kutai
2.      Medang Kemulan
3.      Tarumanegara
4.      Kediri
5.      Holing
6.      Singasari
7.      Melayu
8.      Bali
9.      Sriwijaya
10.  Pajajaran
11.  Mataram Kuno
12.  Majapahit
13.  Tradisi Hindu-Buddha
14.  Samudra Pasai
15.  Malaka
16.  Aceh Darussalam
17.  Demak
18.  Banten
19.  Mataram Islam
20.  Gowa dan Tallo

Konsep
·         Sosial, ekonomi (perdagangan, tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan transportasi) masyarakat pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
·         Konsep kekuasaan di kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan kerajaan-kerajaan bercorak Islam

Prinsip
·         Perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
·         Sistem dan struktur sosial, ekonomi (perdagangan, tenaga kerja, penguasaan tanah, pajak, dan transportasi) masyarakat pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
·         Struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di berbagai daerah
·         Faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan - kerajaan bercorak Hindu-Buddha
·         Struktur birokrasi,  hubungan pusat-daerah, dan hukum di kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam

Prosedur
·         Keberlanjutan tradisi Hindu-Buddha di dalam masyarakat di daerah-daerah tertentu setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha
·         Proses dan latar belakang munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia muncul di ujung utara Pulau Sumatera.

Kerajaan-Kerajaan Besar Indonesia pada Masa Kekuasaan Hindu-Buddha dan Islam
·      Sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
·      Sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Islam di Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat


E.   Metode Pembelajaran
Pendekatan                    : Scientific Learning
Model Pembelajaran      : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dan Problem 
                                        Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)/projek

F.   Media, Alat, Bahan dan Sumber Pembelajaran
Ø  Media :
Ø  Worksheet atau lembar kerja (siswa)
Ø  Lembar penilaian

Alat/Bahan :
Ø  Penggaris, spidol, papan tulis
Ø  Laptop & infocus

Sumber Belajar :                                                                                                
Ø  Buku Sejarah Wajib Siswa Kelas XI, Kemendikbud, tahun 2013
Ø  e-dukasi.net

G.  Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit )
Waktu
Ø Pendahuluan/Kegiatan Awal
Guru :
o    Orientasi
·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
o   Apersepsi
·         Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan tema sebelumnya, yaitu :
Materi Sejarah Peminatan kelas X
Peradaban awal masyarakat Romawi, Yunani,  Kreta, Inka dalam bidang iptek, pemerintahan, kepercayaan dan budaya
·         Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
o   Motivasi
·         Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·         Mengajukan pertanyaan.
o   Pemberian Acuan;
·         Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·         Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·         Pembagian kelompok belajar
·         Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
15 menit
Ø Kegiatan Inti
Peserta didik di dalam kelompok belajar :
Mengamati
o  Melihat (tanpa atau dengan alat)
o  Mengamati
o  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o  Mendengar
o  Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
o  Mengajukan pertanyaan tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya  :

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
o  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
o  Mengamati obyek/kejadian,
o  Mendemontrasikan tentang 
o  Memperagakan
o  Mengumpulkan informasi
tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o  Aktivitas
o  Wawancara dengan nara sumber
o  Membaca sumber lain selain buku teks,
tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o  Mendiskusikan
tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o  Mengulang
o  Mempresentasikan ulang
o  Saling tukar informasi tentang  :
munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
o  Berdiskusi tentang data tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.yang sudah dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
o  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung.
o  Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan :
tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha,.antara lain tentang :

Mengkomunikasikan
o   Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
o   Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o   Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
o   Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.
o   Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
o   Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
o   Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
o   Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
150
menit
Ø Penutup
Peserta didik :
o   Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
o   Mengagendakan pekerjaan rumah.
o   Mengagendakan materi yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
o   Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa. Peserta didik yang  selesai mengerjakan soal dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian portofolio.
o   Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
15
menit
2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit )
Waktu
Ø Pendahuluan/Kegiatan Awal
Guru :
o    Orientasi
·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
o   Apersepsi
·         Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan tema sebelumnya, yaitu tentang munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, sistem dan struktur sosial ekonomi, sistem perdagangan, tenaga kerja dan penguasaan tanah, dan sistem perpajakan dan transportasi pada masa kerajaan – kerajaan Hindu Budha.
·         Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
o   Motivasi
·         Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·         Mengajukan pertanyaan.
o   Pemberian Acuan;
·         Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·         Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·         Pembagian kelompok belajar
·         Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
15 menit
Ø Kegiatan Inti
Peserta didik di dalam kelompok belajar :
Mengamati
o  Melihat (tanpa atau dengan alat)
o  Mengamati
o  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o  Mendengar
o  Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
o  Mengajukan pertanyaan tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya  :

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
o  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
o  Mengamati obyek/kejadian,
o  Mendemontrasikan tentang 
o  Memperagakan
o  Mengumpulkan informasi
tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o  Aktivitas
o  Wawancara dengan nara sumber
o  Membaca sumber lain selain buku teks,
tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o  Mendiskusikan
tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o  Mengulang
o  Mempresentasikan ulang
o  Saling tukar informasi tentang  :
struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
o  Berdiskusi tentang data tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha yang sudah dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
o  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung.
o  Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan : tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha, antara lain tentang :

Mengkomunikasikan
o   Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
o   Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o   Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
o   Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.
o   Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
o   Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
o   Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
o   Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
150
menit
Ø Penutup
Peserta didik :
o   Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
o   Mengagendakan pekerjaan rumah.
o   Mengagendakan materi yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
o   Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa. Peserta didik yang  selesai mengerjakan soal dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian portofolio.
o   Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
15
menit
3. Pertemuan Ke-3 ( 4 x 45 menit )
Waktu
Ø Pendahuluan/Kegiatan Awal
Guru :
o    Orientasi
·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
o   Apersepsi
·         Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan tema sebelumnya, yaitu tentang struktur birokrasi antara kerajaan-kerajaan Hindu – Budha di berbagai daerah, faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan – kerajaan bercorak Hindu-Budha, dan radisi Hindu – Budha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Budha
·         Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
o   Motivasi
·         Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·         Mengajukan pertanyaan.
o   Pemberian Acuan;
·         Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·         Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·         Pembagian kelompok belajar
·         Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
15 menit
Ø Kegiatan Inti
Peserta didik di dalam kelompok belajar :
Mengamati
o  Melihat (tanpa atau dengan alat)
o  Mengamati
o  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
o  Mendengar
o  Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
o  Mengajukan pertanyaan tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya  :

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
o  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
o  Mengamati obyek/kejadian,
o  Mendemontrasikan tentang 
o  Memperagakan
o  Mengumpulkan informasi
tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
o  Aktivitas
o  Wawancara dengan nara sumber
o  Membaca sumber lain selain buku teks,
tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
o  Mendiskusikan
tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
o  Mengulang
o  Mempresentasikan ulang
o  Saling tukar informasi tentang  :
latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
o  Berdiskusi tentang data tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai yang sudah dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
o  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung.
o  Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai, antara lain tentang :

Mengkomunikasikan
o   Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
o   Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
o   Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
o   Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.
o   Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
o   Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
o   Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
o   Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
150
menit
Ø Penutup
Peserta didik :
o   Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
o   Mengagendakan pekerjaan rumah.
o   Mengagendakan materi yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
o   Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa. Peserta didik yang  selesai mengerjakan soal dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian portofolio.
o   Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
15
menit
4. Pertemuan Ke-4 ( 4 x 45 menit )
Waktu
Ø Pendahuluan/Kegiatan Awal
Guru :
o    Orientasi
·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
o   Apersepsi
·         Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan tema sebelumnya, yaitu tentang latar belakang munculnya kerajaan Islam di Indonesia, perkembangan Makassar, Mataram, Ternate dan Tidore, dan peta kerajaan Samudera Pasai
·         Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
o   Motivasi
·         Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·         Mengajukan pertanyaan.
o   Pemberian Acuan;
·         Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·         Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·         Pembagian kelompok belajar
·         Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
15 menit
Ø Kegiatan Inti
Peserta didik di dalam kelompok belajar :
Mengamati
o  Melihat (tanpa atau dengan alat)
o  Mengamati
o  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
o  Mendengar
o  Menyimak,
penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran  mengenai konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
o  Mengajukan pertanyaan tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Misalnya  :

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
o  Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
o  Mengamati obyek/kejadian,
o  Mendemontrasikan tentang 
o  Memperagakan
o  Mengumpulkan informasi
tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
o  Aktivitas
o  Wawancara dengan nara sumber
o  Membaca sumber lain selain buku teks,
tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
o  Mendiskusikan
o  Mengulang
o  Mempresentasikan ulang
o  Saling tukar informasi tentang  :
konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
o  Berdiskusi tentang data tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram yang sudah dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
o  Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung.
o  Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram, antara lain tentang :

Mengkomunikasikan
o   Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
o   Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
o   Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
o   Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.
o   Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang konsep kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha dengan Kerajaan Islam, struktur birokrasi pada kerajaan Islam di Indonesia, hubungan pusat dan daerah serta hukum di kerajaan yang bercorak Islam, dan struktur Birokrasi Kerajaan Mataram
o   Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
o   Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
o   Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
150
menit
Ø Penutup
Peserta didik :
o   Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
o   Mengagendakan pekerjaan rumah.
o   Mengagendakan materi yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
o   Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa. Peserta didik yang  selesai mengerjakan soal dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian portofolio.
o   Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
15
menit

H. Penilaian
1.      Jenis/teknik Penilaian:
a.       Sikap
-        Penilaian Diri
-        Penilaian Jurnal
-        Penilaian Observasi
Mengamati kegiatan peserta didik dalam proses mengumpulkan data, analisis data dan pembuatan laporan
-        Penilaian Teman Sebaya
b.      Pengetahuan
-        Penugasan
Membuat laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
-        Tes Lisan
-        Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda
Menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
c.       Keterampilan
-        Penilaian Portofolio
Menilai laporan tertulis hasil analisis mengenai sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha dan Islam yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
-        Penilaian Proyek
-        Penilaian Unjuk Kerja
2.      Bentuk Instrumen dan instrument
3.      Pedoman Penskoran

Jenis/Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
dan Instrumen
Pedoman Penskoran
a.       Sikap
Diri
terlampir
terlampir

Jurnal
terlampir
terlampir

Observasi
terlampir
terlampir

Teman Sebaya
terlampir
terlampir
b.       Pengetahuan
Penugasan
terlampir
terlampir

Tes Lisan
terlampir
terlampir

Tertulis Uraian dan atau PG
terlampir
terlampir
c.        Keterampilan
Portofolio
terlampir
terlampir

Proyek
terlampir
terlampir

Unjuk Kerja
terlampir
terlampir


                                                                                                   Jakarta, 14 Juli 2013

Mengetahui
Kepala SMAN ………….                                    Guru Mata Pelajaran




……………………………………                       …………………………………….
NIP/NRK.                                                            NIP/NRK.

Catatan Kepala Sekolah
.........................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................

Selasa, 12 November 2013

http://www.youtube.com/watch?v=DqGuSsHIa-U

sejarah proklamasi

SEJARAH PROKLAMASI INDONESIA.

Sejarah, latar belakang serta tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses kemerdekaan RI
Latar Belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau Dokuritsu Junbi Cosakai, berganti nama menjadi PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km disebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan. Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan.Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana--yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dinihari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apapun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs.Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang ke rumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militerJepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokyo dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshiguna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshiyang setengah mabuk duduk dikursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti. Bung Hatta, Subardjo, B. M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih di dengungkan. Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor(Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan kekediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarangJl. Proklamasi no. 1)


http://www.youtube.com/watch?hl=id&v=8JyKAFVBEIE&gl=ID.

Materi sejarah

Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 BAB 4 PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI INDONESIA  DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN DEMOKRASI LIB...